Akademisi Unja Dorong Edukasi Finansial Rawan anak Mengenal Pinjol
- 05 Agt 2026 21:29 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kemudahan akses teknologi digital saat ini telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Fenomena kemudahan meminjam uang melalui aplikasi pinjaman online (pinjol) kini tak lagi hanya menyasar kelompok dewasa, melainkan sudah mulai mengintai anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga SMA.
Terpaparnya anak-anak usia sekolah dasar terhadap platform pinjaman digital ini menjadi alarm keras bagi para orang tua dan dunia pendidikan di Provinsi Jambi.
| Baca juga: Gaya Hidup Hemat ala Anak Muda |
Akademisi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, menilai situasi ini sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda jika tidak segera ditangani secara terstruktur.
"Sangat mengkhawatirkan ketika anak-anak usia SD dan remaja SMA sudah mengenal dan bisa mengakses platform pinjaman online. Tanpa pemahaman keuangan yang matang, mereka sangat mudah terjebak bujuk rayu dana cepat instan yang justru membawa risiko finansial berat di kemudian hari," tegas Ahmad Soleh, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, faktor utama maraknya fenomena ini adalah minimnya benteng literasi keuangan di lingkungan keluarga dan sekolah. Anak-anak kerap hanya diajarkan cara bertransaksi digital, namun tidak dibekali pemahaman mengenai risiko finansial serta bahaya pinjaman ilegal.
Guna membendung dampak buruk tersebut, Ahmad Soleh mendesak Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah cepat dan konkret dengan mengintervensi kurikulum pembelajaran.
"Sekolah harus menjadi benteng utama. Kami berharap Dinas Pendidikan tidak cuma memberikan imbauan pasif, tapi betul-betul memasukkan materi literasi keuangan ke dalam kurikulum muatan lokal, bahkan kalau bisa masuk ke kurikulum nasional," ujarnya.
Melalui edukasi keuangan sejak dini, anak-anak sekolah diharapkan memiliki ketahanan finansial, paham cara mengelola uang secara bijak, serta mampu memilah risiko berbahaya di balik kemudahan teknologi finansial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....