Akademisi Ungkap Cara Atur Keuangan Anak Muda Usia 20-an
- 30 Jul 2026 09:23 WIB
- Jambi
RRI.coid, Jambi - Di tengah maraknya tren lifestyle kekinian dan kemudahan bertransaksi lewat platform digital, fenomena "dompet bocor halus" menjadi masalah umum yang mengintai generasi muda. Kebiasaan nongkrong harian, belanja impulsif secara online, hingga berlangganan berbagai aplikasi yang jarang dipakai kerap membuat gaji atau uang saku menguap tanpa bekas sebelum akhir bulan.
Menanggapi tantangan gaya hidup modern tersebut, akademisi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, menekankan bahwa kemampuan untuk berhemat (frugal living) bukanlah bentuk pengekangan diri yang menyiksa, melainkan keterampilan finansial mendasar (financial literacy) yang wajib dimiliki oleh anak muda.
Berhemat Bukan Berarti Pelit, Melainkan Mindful Spending
Ahmad Soleh menjelaskan bahwa banyak anak muda keliru memahami konsep berhemat. Berhemat sering diartikan secara ekstrem sebagai gaya hidup menderita tanpa boleh menikmati hasil kerja keras sendiri.
"Berhemat yang bijak itu bukan berarti kita tidak boleh kopi manis atau nongkrong sama sekali. Esensinya adalah mindful spending—tahu ke mana setiap rupiah kita mengalir dan memastikan pengeluaran tersebut memiliki nilai tambah, bukan sekadar menuruti ego atau FOMO (Fear of Missing Out)," ujar Ahmad Soleh, Kamis, 30 Juli 2026.
Beliau memaparkan bahwa bahaya terbesar gaya hidup konsumtif di usia muda adalah hilangnya masa-masa emas untuk membangun fondasi kekayaan jangka panjang.
Tiga Langkah Strategis Berhemat ala Akademisi Unja
Bagi mahasiswa maupun pekerja muda di Jambi yang ingin mulai menata keuangannya, Ahmad Soleh membagikan tiga formula praktis yang mudah diterapkan sehari-hari:
Penerapan Formula 50/30/20 di Awal Bulan:
Begitu pendapatan masuk, langsung alokasikan 50 persen untuk kebutuhan pokok (needs), 30 persen untuk gaya hidup (wants), dan 20 persen wajib dialokasikan di awal untuk tabungan atau dana darurat (savings).
Menerapkan Aturan "Tunda 48 Jam":
Saat tergoda membeli barang non-esensial di e-commerce atau toko, tahan diri dan tunggu selama dua hari. Jika setelah 48 jam keinginan tersebut hilang, artinya barang itu memang tidak benar-benar dibutuhkan.
Audit Langganan Digital secara Berkala:
Cek kembali semua tagihan bulanan—mulai dari aplikasi streaming, gim, hingga layanan cloud. Hentikan langganan pada platform yang jarang digunakan dalam sebulan terakhir untuk menghemat pengeluaran rutin.
"Kesalahan fatal yang sering dilakukan anak muda adalah menabung dari uang sisa di akhir bulan. Padahal, uang sisa itu hampir tidak pernah ada kalau tidak kita alokasikan sejak awal gajian," tegas Ahmad Soleh.
Kebebasan Finansial Dimulai dari Disiplin Hari Ini
Sebagai penutup, Ahmad Soleh mengingatkan bahwa daya tahan finansial seseorang di usia 30 atau 40 tahun sangat ditentukan oleh kebiasaan mengelola uang di usia 20-an. Dengan konsisten berhemat, selisih uang yang berhasil disisihkan dapat dialihkan ke instrumen produktif seperti emas digital, reksa dana, atau investasi leher ke atas (upskilling).
"Jangan sampai kita terlihat kaya di media sosial hari ini, tapi rapuh secara finansial di masa depan. Berhemat adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk diri kita sendiri di masa mendatang," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....