Digitalisasi Pembayaran Makin Luas di Jambi, Ekonom: Bisa Dorong Omzet UMKM

  • 09 Sep 2026 15:54 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Perkembangan digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran di Provinsi Jambi dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha. Penggunaan pembayaran digital seperti QRIS kini semakin meluas, bahkan telah menjangkau pasar tradisional dan pedagang kecil.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Jambi, Shofia Amin, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin mudahnya masyarakat mengakses sistem pembayaran digital.

Menurutnya, digitalisasi memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi karena masyarakat maupun pelaku usaha tidak lagi selalu bergantung pada uang tunai.

“Sekarang ini semakin meningkat yang namanya digitalisasi. Bahkan itu sudah sampai ke pasar-pasar,” tutur Shofia Amin, Rabu 9 September 2026. Ia menilai kemudahan pembayaran menjadi salah satu manfaat utama dari perkembangan sistem pembayaran digital. Bagi pelaku usaha, tersedianya berbagai pilihan pembayaran juga dapat membuka peluang lebih besar untuk melayani konsumen.

Terlebih, penggunaan QRIS kini tidak hanya dilakukan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga telah merambah pedagang kecil. Shofia mengatakan, apabila dimanfaatkan secara optimal, digitalisasi pembayaran dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha, termasuk berpotensi meningkatkan omzet UMKM.

“Memberikan kemudahan, keamanan, dan juga peningkatan omzet terutama bagi UMKM itu sebenarnya tujuan akhirnya,” katanya. Menurut Shofia, kemudahan transaksi dapat membuat konsumen lebih leluasa melakukan pembayaran. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan jumlah transaksi yang diterima pelaku usaha.

Namun, ia menekankan bahwa dampak positif tersebut perlu dilihat dari manfaat nyata yang diterima pelaku usaha, bukan hanya dari jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS. “Misalnya karena mempermudah pembayaran jadi lebih banyak orang menggunakan, omzet meningkat,” ujarnya.

Selain kemudahan dan peluang peningkatan omzet, digitalisasi juga memberikan aspek keamanan dalam transaksi apabila digunakan dengan benar. Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar ketika melakukan aktivitas ekonomi.

Shofia menilai perkembangan digitalisasi pembayaran juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengikuti perkembangan ekonomi modern. “Digitalisasi ini baru pintu masuk bahwa kita sudah mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar manfaat digitalisasi tersebut diikuti dengan literasi keuangan dan literasi digital. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan kemudahan teknologi secara aman, sehat dan produktif.

Karena itu, menurut Shofia, keberhasilan digitalisasi ekonomi di Jambi ke depan tidak hanya ditentukan oleh semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan pembayaran digital, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata. “Jangan sekadar ikut-ikutan. Kita harus paham dulu apa dampaknya, apa risikonya, dan bagaimana cara menggunakannya dengan aman dan sehat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....