Pakai Pinjol untuk Kebutuhan Harian Merupakan Langkah Berisiko
- 05 Agt 2026 21:27 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Maraknya akses pinjaman online (pinjol) yang kini menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari usia produktif hingga kalangan pelajar, menimbulkan pertanyaan krusial. Seberapa bijak penggunaan platform finansial digital ini jika dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?
Akademisi Universitas Jambi, Ahmad Soleh, menilai bahwa menggunakan pinjaman online untuk menutup kebutuhan konsumtif harian merupakan langkah finansial yang sangat berisiko. Menurutnya, karakteristik pinjol yang menawarkan proses instan sering kali mengecoh masyarakat sehingga terjebak dalam pola "gali lubang tutup lubang".
"Penggunaan pinjol untuk kebutuhan harian itu sama sekali tidak bijak dan sangat berisiko memicu krisis finansial jangka panjang. Pinjaman digital idealnya hanya digunakan untuk kebutuhan yang produktif atau situasi darurat yang terukur, bukan untuk gaya hidup atau konsumsi harian," ujar Ahmad Soleh, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, tingginya bunga harian serta denda keterlambatan pada platform pinjaman digital bisa dengan cepat membengkakkan nilai utang pokok. Kondisi ini kian mengkhawatirkan ketika akses pinjol mulai disentuh oleh pelajar yang belum memiliki penghasilan mandiri.
| Baca juga: Gaya Hidup Hemat ala Anak Muda |
"Anak-anak sekolah atau masyarakat yang belum paham manajemen risiko kerap tergiur karena syaratnya mudah. Padahal, begitu utang menumpuk, dampaknya tidak hanya merusak kondisi keuangan tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis," tambahnya.
Melihat ancaman tersebut, Ahmad Soleh menekankan pentingnya membangun literasi keuangan dasar. Masyarakat dan generasi muda perlu dibekali pemahaman skala prioritas, pengelolaan anggaran harian, serta pembedaan tegas antara kebutuhan mendasar dan keinginan semata.
Penguatan literasi keuangan secara masif, baik di lingkungan keluarga maupun melalui kurikulum formal di sekolah, menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menyikapi keberadaan teknologi finansial ini secara rasional dan bijak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....