Kinerja APBN Regional Jambi Terus Tunjukkan Tren Positif
- 06 Mei 2026 21:43 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Jambi hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Pemerintah menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal di daerah difokuskan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, menyampaikan bahwa kinerja APBN regional terus menguat di tengah dinamika ekonomi global.
“Realisasi APBN di daerah terus menunjukkan tren positif pada sisi realisasi pendapatan dan belanja, baik belanja Kementerian/Lembaga maupun transfer ke daerah, serta penyaluran kredit program KUR dan UMi. APBN Regional Jambi diarahkan untuk melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya saat rilis bersama yang berlangsung di aula BPS Provinsi Jambi, Selasa 5 Mei 2026.

Dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp1.490,62 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 63,63 persen (year-on-year). Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja fiskal daerah yang cukup solid.
Penerimaan pajak netto tercatat sebesar Rp1.304,95 miliar, meningkat 47,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut berasal dari penerimaan pajak bruto sebesar Rp1.788,11 miliar yang tumbuh 18,18 persen, sementara restitusi pajak mengalami kontraksi 28,10 persen menjadi Rp452,23 miliar.
Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 36,17 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 24,20 persen, serta sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib sebesar 9,54 persen.
Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp85,43 miliar atau 25,51 persen dari target. Penerimaan ini didominasi oleh Bea Keluar dari ekspor komoditas sawit dan turunannya, serta Bea Masuk yang didorong oleh peningkatan impor barang tertentu seperti aksesoris dan produk plastik.
Di sisi lain, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp270,21 miliar atau tumbuh 4,25 persen. Pendapatan ini didominasi oleh Badan Layanan Umum (BLU), terutama dari sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Pada sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp4.843,51 miliar atau tumbuh 14,85 persen (yoy). Belanja pemerintah pusat di daerah terealisasi sebesar Rp1.486,85 miliar atau 20,18 persen dari pagu. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada belanja modal, disusul belanja pegawai dan belanja barang, yang menunjukkan percepatan pelaksanaan anggaran sejak awal tahun.
Adapun penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD) mencapai Rp3.356,64 miliar atau 31,23 persen dari target, meskipun secara tahunan mengalami kontraksi 9,98 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Menurut Kakanwil Tunas Agung Jiwa Brata kinerja APBN hingga akhir Maret tetap bersifat ekspansif dan berperan sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Setiap rupiah anggaran difokuskan untuk memberikan dampak nyata melalui peningkatan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan daya beli masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah melalui #UangKita terus hadir memberikan manfaat sebesar-besarnya melalui implementasi berbagai program prioritas, termasuk insentif fiskal yang tepat sasaran. Sinergi antar-lembaga didukung sistem digital yang terintegrasi menjadi fondasi dalam mengawal perubahan struktur organisasi pemerintahan menuju tata Kelola yang lebih efisien. Disiplin pelaporan keuangan turut dijaga sebagai prioritas mutlak untuk menjamin akurasi, transparansi, dan akuntabilitas.
Ke depan, Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi sebagai pengelola APBN di Provinsi Jambi akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBN agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....