Mendidik Anak untuk Ibadah Umur 7 Tahun Perintahkan, 10 Tahun di Pertegas

  • 20 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID, Jambi - Sebagai orang tua, mendidik anak agar rajin beribadah merupakan tanggung jawab besar sekaligus ladang pahala. Salah satu panduan utama dalam mendidik anak adalah sabda Rasulullah SAW: “Perintahkan anak-anakmu untuk melaksanakan salat apabila mereka telah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya apabila telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.” (HR. Abu Dawud). Hadis tersebut menjadi salah satu pedoman dalam membangun kebiasaan salat sejak dini. Namun, bagaimana cara memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara tepat dan penuh kasih sayang?

Dalam Kajian Mutiara Pagi Pro. 1 RRI Jambi, Ustaz Darwanto menjelaskan bahwa mendidik anak usia 7 hingga 10 tahun agar terbiasa melaksanakan salat memerlukan pendekatan yang bertahap, konsisten, dan penuh kasih sayang. Menurutnya, anak pada usia tersebut merupakan peniru yang ulung sehingga keteladanan orang tua menjadi hal yang sangat penting. Ketika mendengar azan, orang tua dapat segera bersiap melaksanakan salat sehingga anak melihat secara langsung bahwa salat merupakan prioritas utama dalam kehidupan keluarga.

Ustaz Darwanto menambahkan, orang tua tidak perlu terlalu keras memarahi anak ketika bacaan atau gerakan salatnya belum sempurna, atau ketika anak masih sesekali menoleh ke kanan dan kiri. Sebaliknya, setiap usaha anak perlu diapresiasi agar mereka merasa bahwa belajar salat merupakan pengalaman yang menyenangkan. Pujian sederhana seperti, “Hebat, hari ini salat Subuhnya tepat waktu,” dapat menjadi motivasi bagi anak untuk terus memperbaiki kebiasaannya. Selain itu, orang tua juga dapat menceritakan kisah-kisah penuh hikmah tentang keutamaan salat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang rajin beribadah.

Memasuki usia 10 tahun, menurut Ustaz Darwanto, pembinaan anak mulai diarahkan pada tahap kedisiplinan dan ketegasan. Kebiasaan salat yang telah dibangun sejak usia 7 tahun perlu terus diperkuat dengan aturan dan pengawasan yang konsisten. Ketegasan dalam mendidik hendaknya tetap disertai komunikasi yang baik, perhatian, dan kasih sayang sehingga anak memahami bahwa salat bukan sekadar kewajiban yang harus dilakukan, melainkan kebutuhan seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang tua juga perlu memberikan contoh bahwa kedisiplinan dalam beribadah berlaku bagi seluruh anggota keluarga.

Di samping ikhtiar melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan, Ustaz Darwanto mengingatkan pentingnya doa yang tidak pernah putus. “Hati anak ada di tangan Allah,” katanya.

Karena itu, orang tua hendaknya senantiasa menyelipkan doa di setiap sujud agar anak-anak mereka menjadi insan yang mencintai dan mendirikan salat. Dengan perpaduan antara keteladanan, kasih sayang, kedisiplinan, serta doa, pendidikan ibadah diharapkan tidak hanya membentuk kebiasaan anak dalam menjalankan salat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran beragama yang melekat dalam kehidupan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....