Urgensi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Konteks Kekinian
- 24 Agt 2026 22:05 WIB
- Jambi
RRI. CO. ID, Jambi-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya sering kali terjebak dalam batas rutinitas seremonial—pembacaan riwayat hidup, ceramah umum, dan pembagian makanan.
Di era kekinian yang ditandai oleh arus informasi yang deras, polarisasi sosial, dan disrupsi teknologi, peringatan Maulid Nabi memiliki urgensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar tradisi tahunan.
Maulid Nabi pada dasarnya adalah murni momentum untuk merefleksikan dan merelevansikan kembali nilai-nilai kenabian (prophetic values) ke dalam tantangan zaman modern.
Disampaikan Ustad Raji Bungsu, dalam Kajian Mutiara Pagi RRI Jambi "Di era digital, masyarakat modern diterpa oleh begitu banyak figur publik dan pengaruh media sosial yang belum tentu membawa dampak positif. Maulid Nabi menghadirkan kembali figur Rasulullah SAW sebagai Usmatun Hasanah (teladan yang baik). Urgensinya adalah mengalihkan fokus masyarakat dari sekadar mengagumi popularitas semu menuju peneladanan karakter mulia (akhlaqul karimah), seperti kejujuran (ash-shiddiq), integritas (al-amanah), dan kecerdasan emosional serta intelektual. ungkapnya"
Kemudian Masyarakat modern sangat rentan terhadap perpecahan akibat perbedaan pandangan politik, paham keagamaan, maupun status sosial yang sering kali dipertajam di ruang digital.
Dalam konteks ini, Peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat atas salah satu pencapaian terbesar Rasulullah SAW: Maulid menjadi ruang perjumpaan inklusif yang merekatkan kembali ikatan sosial tanpa memandang latar belakang.
Serta, Kemajuan teknologi dan ekonomi yang sangat cepat sering kali memicu krisis etika, kemanusiaan, dan kesehatan mental. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil 'Alamin).
Peringatan Maulid di masa kini menuntut kita untuk menerjemahkan ajaran beliau ke dalam aksi nyata: bagaimana beretika di media sosial, menjalankan bisnis yang berkeadilan, hingga menjaga kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Peringatan Maulid Nabi dalam konteks kekinian bukanlah tentang bernostalgia dengan sejarah masa lalu, melainkan tentang bagaimana menghadirkan spirit dan nilai kenabian untuk menjawab persoalan hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....