Jangan Salah Penggunaan antara Tawas dan Kaporit
- 13 Agt 2026 12:15 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Tawas (alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal transparan yang umumnya terbuat dari kalium aluminium sulfat. Senyawa ini mudah larut dalam air, bersifat antiseptik serta astringen, dan sering dipakai untuk menjernihkan air serta mengurangi bau badan. (Alodokter)
Kaporit atau kalsium hipoklorit (Ca(ClO)2) adalah senyawa kimia berbentuk bubuk, granula, atau tablet berwarna putih. Zat ini berfungsi sebagai disinfektan dan pemutih untuk membunuh kuman, bakteri, serta virus di dalam air. (Hello Sehat)
Tawas dan kaporit memiliki fungsi berbeda, tawas mengendapkan kotoran, sedangkan kaporit membunuh kuman. Keduanya tidak boleh dicampur dalam bentuk bubuk secara langsung.
Cara menggunakan tawas untuk air sumur atau tandon/tedmon:
1. Gunakan sekitar 3–5 sendok makan tawas per 1.000 liter air untuk air agak keruh. Untuk air lebih keruh, dapat digunakan sekitar 5–8 sendok makan.
2. Larutkan tawas terlebih dahulu dalam ember berisi air.
3. Tuangkan larutan secara merata sambil mengaduk air.
4. Diamkan sekitar 4–8 jam sampai kotoran mengendap.
| Baca juga: Merawat Cobek Kayu agar Awet Bebas Jamur |
5. Ambil air bagian atas secara perlahan atau gunakan penyaringan.
6. Tawas tidak membunuh bakteri dan virus, jadi air yang akan diminum tetap harus didesinfeksi dan idealnya direbus.
Cara menggunakan kaporit
1. Pastikan kaporit merupakan produk untuk pengolahan air dan periksa kadar bahan aktif pada label.
2. Dosis umum yang sering digunakan adalah sekitar 1 gram kaporit per 100 liter air, tetapi dosis paling aman harus mengikuti petunjuk produk karena konsentrasi tiap produk berbeda.
3. Larutkan kaporit dalam ember berisi air terlebih dahulu; jangan menaburkan bubuk langsung ke satu titik.
4. Tuangkan dan aduk hingga merata.
5. Tunggu sekurang-kurangnya 30 menit sebelum digunakan; untuk air minum, lebih aman direbus terlebih dahulu.
Jika air keruh dan berbau, gunakan tawas terlebih dahulu, tunggu sampai endapannya turun, lalu gunakan kaporit secara terpisah. Jangan mencampur kaporit dengan tawas, asam, pembersih toilet, deterjen, atau bahan kimia lain karena dapat menimbulkan reaksi berbahaya.
Gunakan sarung tangan, hindari menghirup bubuknya, simpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jangan memakai air bila bau kaporit sangat menyengat atau menimbulkan iritasi. Untuk air minum, pemeriksaan kualitas di laboratorium tetap paling dapat diandalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....