Kacang Hijau Organik Memiliki Nilai Jual Tinggi

  • 18 Jun 2026 11:24 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu kacang-kacangan yang cukup penting di Indonesia. Kacang hijau menempati posisi ketiga pangan kacang-kacangan terpenting di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah.

Kacang hijau dapat dijadikan potensi lokal dilihat dari keunggulannya dibandingkan kacang-kacangan yang lain. Kacang hijau lebih tahan kekeringan serta serangan hama dan penyakit. Selain itu, umur panen kacang hijau cenderung lebih pendek sekitar 55-60 hari. Untuk budidaya kacang hijau juga cenderung mudah karena dapat dibudidayakan di lahan yang kurang subur.

Kacang hijau dapat mendukung program penganekaragaman pangan yang saat ini sedang digencarkan yang bertujuan untuk mengalihkan sebagian konsumsi karbohidrat dari beras menjadi pangan non-beras. Kacang hijau berperan strategis sebagai pendukung beras.

Masyarakat Indonesia biasa mengonsumsi kacang hijau dalam bentuk bubur kacang hijau ataupun isian berbagai cemilan khas seperti ondeonde dan bakpia. Kacang hijau menjadi sumber pangan yang mengandung kalori, protein, dan karbohidrat.

Selain mendukung program penganekaragaman pangan, kacang hijau juga diyakini mampu menjadi jawaban ketahanan pangan di Indonesia yang menjadi kunci untuk menghadap krisis pangan di masa mendatang. Untuk dapat memenuhi kebutuhan kacang hijau masyarakat Indonesia, maka perlu dilakukan peningkatan produksi kacang hijau dengan budidaya yang tepat.

Di masa sekarang ini, pola hidup sehat mulai disadari oleh masyarakat. Masyarakat mulai memilahmilah makanan yang bermutu dan lebih sehat. Pertanian organik dapat menjadi jawaban untuk menghasilkan bahan pangan yang lebih sehat.

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang seminimal mungkin menggunakan input kimia, seperti pupuk dan pestisida kimia, dan semaksimal mungkin mengandalkan penerapan rotasi tanaman serta penggunaan sisa tanaman dan kotoran hewan sebagai pupuk.

Pertanian organik sangat ramah lingkungan dan dapa t dilakukan secara berkelanjutan. Di dunia, lahan pertanian organik ada di Australia dengan luas 7,7 juta Ha, sedangkan, Indonesia menempati peringkat 21 dengan jumlah rerata jumlah lahan organik sekitar 0,05 juta hektar. Meskipun Indonesia berada pada posisi 21 dunia dalam kategori luasan lahan organik tetapi Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan pertanian organik terutama pada komoditas tertentu, salah satunya kacang hijau.

Minat masyarakat dalam menggunakan hasil pertanian organik juga semakin meningkat. Hal ini karena mereka mulai menyadari dampak negatif dari penggunaan bahan-bahan kimia. Budidaya kacang hijau secara organik sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia.

Hasil pertanian dengan label “organik” lebih diminati dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sedangkan bagi petani, hasil pertanian organik dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pertanian konvensional.

Dengan melihat keuntungan-keuntungan tersebut, maka perlu pengembangan kacang hijau organik lebih lanjut untuk menghasilkan hasil pangan yang lebih aman dan sehat sehingga gizi masyarakat dapat terpenuhi.

Karakteristik dan Syarat Tumbuh Kacang Hijau

Kacang hijau dengan nama latin Vigna radiata L. merupakan salah satu tanaman legum yang bersifat musiman yang dapat tumbuh di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Kacang hijau termasuk dalam tanaman tropis dan budidayanya cukup mudah. Kacang hijau merupakan komoditas strategis karena permintaannya yang cukup besar setiap tahun sebagai bahan pangan dan kebutuhan industri. Kacang hijau berumur genjah (55-60 hari) dan toleran terhadap kekeringan karena berakar dalam serta dapat tumbuh pada lahan yang miskin unsur hara sehingga dapat dibudidayakan pada lahan marginal. Kacang hijau dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada lingkungan dengan curah hujan 50-200 mm/bulan, temperatur 25-27°C, kelembaban udara 50-80 % dan mendapat cukup sinar matahari. Kacang hijau membutuhkan paparan sinar matahari sekitar 10 jam per harinya (Purwono dan Hartono, 2005).

Kacang hijau dapat dibudidayakan pada ketinggian 5 -700 m dpl. Apabila kacang hijau dibudidayakan pada ketinggian di atas 700 m dpl, kemungkinan produktivitas kacang hijau akan menurun dan umur panennya akan lebih panjang.

Selama pertumbuhan, kacang hijau memerlukan tanah yang tidak terlalu banyak mengandung partikel liat. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi sangat cocok untuk kacang hijau. Tanah berpasir juga dapat digunakan untuk menanam kacang hijau dengan syarat kandungan air tanahnya tetap terjaga dengan baik. Adapun tanah yang dianjurkan yaitu tanah latosol dan regosol. Kedua jenis tanah ini akan lebih baik bila digunakan setelah ditanami tanaman padi terlebih dahulu. Keasaman tanah (pH) yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal kacang hijau adalah 5,5-6,5.

Saat ini, kesehatan menjadi aspek paling penting bagi masyarakat karena mulai banyak penyakit yang menyerang. Penyakit tersebut muncul karena beberapa faktor, salah satunya konsumsi makanan yang tidak sehat.

Pangan yang sehat dan bergizi dapat diperoleh dengan cara bertani organik. Untuk menjaga kesehatan, masyarakat sudah mulai beralih untuk mengonsumsi makanan sehat yang berasal dari hasil pertanian organik. Minat masyarakat terhadap hasil pertanian organik juga mulai meningkat karena sudah menyadari bahaya bahan kimia pada hasil pertanian konvensional.

Pertanian organik merupakan suatu teknik budidaya pertanian yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia dengan tujuan utama untuk menyediakan hasil-hasil pertanian yang aman bagi kesehatan dan tidak merusak lingkungan. Pertanian organik bertumpu pada peningkatan produksi dan pendapatan serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Pertanian organik muncul sebagai reaksi terhadap industrialisasi pertanian serta masalah lingkungan dan sosial. Pertanian organik dipercayai lebih menguntungkan dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia.

Sebagai salah satu sumber pangan, kacang hijau banyak mengandung gizi dan bermanfaat bagi manusia. Kacang hijau mengandung protein, karbohidrat, dan mampu menyediakan energi sebesar 3400 kJ/kg. Kacang hijau bermanfaat dalam meredakan perut kembung. Kacang hijau mengandug asamitat yang lebih rendah dibandingkan dengan kacang-kacangan yang lain sehingga lebih sehat dan aman dikonsumsi. Asamitat memiliki efek negatif yang berdampak pada bioavailablitas besi dan seng dalam pola makan manusia.

Dalam upaya penganekaragaman pangan, kacang hijau dapat diolah menjadi tepung kacang hijau untuk mengganti tepung terigu dalam olahan hasil pangan. Kacang hijau yang dipilih dalam pembuatan tepung kacang hijau yaitu kacang hijau yang masih segar dengan bermutu baik dengan butirannya utuh dan tidak bau apek maupun berulat.

Kemudian dilakukan proses penyangraian sebelum dilakukan proses penepungan, lalu dilakukan proses penepungan kacang hijau yang digiling sampai halus dan diayak sampai mendapatkan tekstur tepung yang baik. Kemudian dapat digunakan untuk olahan makanan atau kue, seperti kue bingka. (sumber Riska Sekar Fitriani dan Taryono Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....