Tahu Sumedang Menjadi Ikonik dan Berasal dari Nama Daerah

  • 11 Jun 2026 08:24 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat baik. Dalam 100 gram tahu, terkandung sekitar 8 hingga 17 gram protein (tergantung tingkat kepadatan tahu) serta mengandung 9 asam amino esensial yang penting bagi tubuh. (Alodokter)

Tahu Sumedang berasal dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan sejarahnya bermula dari imigran Tionghoa bernama Ong Kino (atau Ong Ki No) yang datang ke Sumedang pada awal abad 20 (sekitar tahun 1900-an).

Asal-usul lengkap mengenai tahu Sumedang yang berhasil disarikan dari berbagai sumber terpercaya sebagai berikut:

1. Sosok perintis - Ong Kino, keturunan Tionghoa yang terampil membuat tahu

2. Tahun awal - Sekitar 1900-an, ketika Ong Kino menginjakkan kaki di Sumedang

3. Tahun usaha resmi 1917 - ketika Tahu Bungkeng didirikan nama "Bungkeng" Dari nama putra tunggal Ong Kino, Ong Bung Keng (atau Ong Boen Keng) yang melanjutkan usaha

4. Alasan membuat tahu - Awalnya untuk mengobati rasa rindu istrinya pada makanan asal Tiongkok (tao-fu/tao hu)

5. Penyebaran usaha - Bupati Sumedang saat itu, Pangeran Aria Suria Atmaja, meminta Ong Kino menjual tahu ke masyarakat karena lezat

6. Asal kata "tahu" - Serapan dari bahasa Tionghoa: tao hu atau teu hu (kacang yang dilumatkan)

Tahu Sumedang kini menjadi ikon kuliner Sumedang yang digemari seluruh Indonesia, dengan ciri khas bungkus anyaman dan rasa yang gurih. Tahu Sumedang di Provinsi Jambi juga termasuk familiar dan menjadi cemilan dengan berbagai macam varian olahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....