Dampak Perubahan Kurs Memengaruhi Ekonomi Domestik yang Jarang Diketahui

  • 20 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kurs (atau nilai tukar) adalah harga atau nilai suatu mata uang yang diukur dalam mata uang negara lain. Kurs menentukan berapa jumlah uang domestik (seperti Rupiah) yang diperlukan untuk ditukarkan dengan satu unit mata uang asing (seperti Dolar AS), dan sebaliknya. (OCBC NISP)

Perubahan kurs memengaruhi ekonomi domestik lewat harga impor, daya saing ekspor, inflasi, arus modal, dan stabilitas pertumbuhan. Secara sederhana, kurs yang melemah cenderung membuat barang impor lebih mahal dan bisa menekan daya beli serta biaya produksi dalam negeri, sedangkan kurs yang menguat biasanya membantu menekan biaya impor tetapi dapat mengurangi daya saing ekspor.

Dampak utama atas perubahan kurs yang berhasil disarikan dari berbagai sumber sebagai berikut:

1. Inflasi naik saat kurs melemah. Barang impor, bahan baku, dan energi menjadi lebih mahal, lalu harga di pasar domestik ikut terdorong naik.

2. Biaya produksi meningkat. Perusahaan yang bergantung pada input impor akan menghadapi ongkos lebih tinggi, sehingga margin laba bisa menyempit.

3. Ekspor bisa terdorong saat kurs melemah. Produk domestik menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga ekspor berpotensi meningkat.

4. Impor cenderung turun saat kurs melemah. Harga barang luar negeri naik, sehingga permintaan impor bisa menurun.

5. Arus modal dan suku bunga ikut terpengaruh. Ketidakpastian kurs dapat memicu keluarnya modal asing dan memengaruhi kebijakan suku bunga domestik.

Mungkin ada yang berpendapat, bahwa dampak ke rumah tangga tidak ada, justru bagi masyarakat, kurs yang melemah biasanya terasa pada harga barang impor, elektronik, BBM tertentu, dan produk yang memakai bahan baku impor. Akibatnya, daya beli bisa turun meski pendapatan nominal tidak berubah.

Ada pula dampak ke kebijakan, bank sentral dan pemerintah biasanya merespons lewat kebijakan moneter, pengelolaan cadangan devisa, dan stabilisasi pasar keuangan. Tujuannya agar volatilitas kurs tidak terlalu besar dan tidak mengganggu inflasi serta pertumbuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....