Pahitnya Paria Tak Banyak yang Konsumsi Namun Kaya Manfaat

  • 06 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Paria atau pare (Momordica charantia) adalah tanaman merambat suku labu-labuan (Cucurbitaceae) berbuah pahit yang populer sebagai sayuran (ditumis, diisi/kambu) dan obat tradisional. Paria hibrida atau putih dibudidayakan untuk konsumsi. Paria juga bisa berarti kasta terendah, kaum terbuang, atau orang yang dikucilkan dalam konteks sosial. (Wikipedia, Bintang Asia)

Paria atau pare itu pahit karena mengandung senyawa alami seperti cucurbitacin, momordicin, dan charantin yang memicu rasa pahit di lidah. Selain itu, pahitnya juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami tanaman agar tidak mudah dimakan hama.

Fakta singkat tentang paria yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya sebagai berikut:

1. Nama ilmiahnya adalah Momordica charantia.

2. Paria termasuk keluarga labu-labuan dan banyak dibudidayakan di daerah tropis.

3. Tingkat pahitnya bisa berbeda tergantung varietas dan kematangan buah.

4. Bagian dalam dan bijinya biasanya terasa paling pahit.

5. Meski pahit, paria tetap mengandung serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat.

Bagi anda yang mungkin baru ingin mengonsumsi Paria, ada beberapa cara mengurangi rasa pahit diantaranya: Buang biji dan bagian dalam yang putih, iris tipis lalu beri garam sebentar sebelum dimasak, pilih paria yang masih muda dan hijau cerah, karena biasanya tidak sepahit yang tua.

Manfaat lainnya, Paria atau Pare (Momordica charantia) kaya akan nutrisi seperti vitamin C, serat, dan antioksidan yang bermanfaat mengendalikan gula darah, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol, serta menjaga kesehatan mata. Meskipun pahit, pare efektif membantu diet, menstabilkan tekanan darah, dan berpotensi menghambat sel kanker.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....