Brengkes Lais Cocok untuk Buka Puasa
- 06 Mar 2026 09:10 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Brengkes Lais adalah hidangan tradisional khas Sumatra Selatan, Jambi, dan Kalimantan yang menggunakan ikan lais sebagai bahan utamanya. Secara istilah, brengkes memiliki arti yang sama dengan pepes, yaitu metode memasak dengan membungkus bahan makanan di dalam daun pisang kemudian dikukus atau dibakar.
Berikut adalah detail utama mengenai hidangan ini:
Bahan Utama: Ikan lais (ikan air tawar jenis lele Asia) yang dikenal memiliki tekstur daging lembut dan kaya akan protein serta omega-3.
Bumbu Khas (Tempoyak): Ciri khas brengkes di wilayah Sumatra adalah penggunaan tempoyak (fermentasi durian) yang memberikan perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan asam yang unik.
Bumbu Halus Umum: Terdiri dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, serta tambahan serai dan kemangi untuk aroma.
Proses Memasak: Ikan dilumuri bumbu, dibungkus daun pisang, lalu dikukus selama kurang lebih 45–60 menit agar bumbu meresap sempurna. Setelah dikukus, brengkes terkadang dipanggang sebentar untuk aroma yang lebih kuat.
| Baca juga: Perawatan Tubuh Alami dari Ampas Kelapa |
Sejarah Brengkes Lais berakar kuat pada kekayaan hayati sungai-sungai besar di Sumatra dan Kalimantan, serta pengaruh interaksi budaya antaretnis di Nusantara.
Berikut adalah poin-poin utama sejarah dan asal-usulnya :
Pemanfaatan Kekayaan Sungai: Ikan lais adalah spesies asli sungai-sungai besar di Sumatra (seperti Sungai Musi di Sumatera Selatan dan Sungai Batanghari di Jambi) serta Kalimantan. Masyarakat lokal memanfaatkan melimpahnya stok ikan ini, terutama saat musim banjir atau pasang, untuk diolah menjadi hidangan yang tahan lama dan bergizi.
Etimologi "Brengkes": Istilah "brengkes" secara historis diyakini berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada teknik memasak dengan cara mengukus bahan di dalam bungkusan daun pisang. Penggunaan istilah ini di wilayah Sumatra menunjukkan adanya persimpangan dan asimilasi budaya antara etnis lokal (Melayu/Palembang) dengan pengaruh dari luar.
Inovasi Tempoyak (Abad ke-10): Meskipun tidak ada tanggal pasti untuk Brengkes Lais, komponen utamanya yaitu tempoyak (fermentasi durian) telah dikenal dalam sastra Melayu kuno sejak abad ke-10 (disebutkan dalam naskah Hikayat Abdullah). Penggabungan ikan lais dengan tempoyak menjadi identitas kuliner yang membedakan brengkes Sumatra dengan pepes dari daerah lain.
Simbol Status dan Tradisi: Dahulu, ikan lais dianggap sebagai ikan konsumsi bernilai ekonomi tinggi bersama dengan ikan belida dan baung. Brengkes lais sering disajikan dalam acara adat atau jamuan bagi tamu kehormatan di Kesultanan Palembang dan Jambi sebagai simbol penghormatan terhadap hasil alam setempat.
Evolusi Bahan: Seiring dengan semakin sulitnya menemukan ikan lais di alam liar, masyarakat modern kini mulai beralih menggunakan ikan budidaya seperti patin untuk diolah dengan bumbu brengkes yang sama.
Mengapa Brengkes Lais Cocok untuk Buka Puasa?
Praktis & Sehat: Dimasak dengan cara dikukus, sehingga minim minyak.
Cita Rasa Kuat: Perpaduan bumbu rempah, kemangi, dan tempoyak (jika memakai) memberikan rasa segar yang membangkitkan selera setelah seharian berpuasa.
Tekstur Lembut: Ikan lais tipis dan lembut, mudah dimakan dan dicerna. Brengkes lais paling nikmat disajikan dengan nasi hangat dan lalapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....