Masyarakat Sarolangun Mayoritas Pilih Daging Kerbau
- 26 Feb 2026 10:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pada bulan suci Ramadan, konsumsi daging di Kabupaten Sarolangun mengalami lonjakan signifikan. Uniknya, mayoritas masyarakat setempat lebih memilih daging kerbau dibandingkan sapi.
Fenomena ini menjadi perhatian serius Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun dalam memastikan daging yang beredar tetap aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesmavet dan P2PH, Deden, mengungkapkan bahwa peningkatan pemotongan ternak terjadi drastis pada Ramadan, terutama pada menjelang ramadhan. Jika pada hari biasa pemotongan hanya berkisar 6 hingga 8 ekor per hari, maka menjelang puasa jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan ekor.
| Baca juga: Makna Filosofis Ibadah Qurban |
“Berkaca dari tahun lalu, H-2 puasa itu, jumlah pemotongan kerbau bisa mencapai lebih dari 190 ekor dalam sehari. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap daging kerbau memang sangat tinggi,” ujarnya, kamis 26 Februari 2026.
Menurut Deden, ada kepercayaan di tengah masyarakat bahwa daging kerbau memiliki cita rasa lebih enak dan tekstur yang khas dibandingkan daging sapi. Selain itu, harga daging kerbau juga relatif lebih tinggi.
Untuk memastikan keamanan konsumsi, dinas menerapkan pemeriksaan ketat melalui tahapan antemortem (pemeriksaan sebelum pemotongan) dan postmortem (pemeriksaan setelah pemotongan). Pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas di lokasi pemotongan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Berbeda dengan kota besar yang berpusat di Rumah Potong Hewan (RPH), pola pemotongan di Sarolangun cenderung tersebar. Pedagang biasanya membawa ternak hidup ke kecamatan untuk dipotong di lokasi masing-masing, menyesuaikan jarak antar wilayah yang cukup jauh.
“Kita lakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan ternak sehat dan daging layak konsumsi. Ini penting agar tidak ada penularan penyakit maupun daging yang tidak aman beredar di masyarakat,” jelasnya.
Selain pengawasan pemotongan, dinas juga mengimbau konsumen agar bijak dalam memilih daging, serta memastikan membeli dari tempat pemotongan yang telah diperiksa petugas.
Dengan strategi pengawasan berlapis tersebut, pemerintah daerah berharap lonjakan konsumsi daging di Sarolangun tetap terkendali tanpa mengabaikan aspek kesehatan masyarakat dan keberlangsungan usaha peternak lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....