Menjaga Tradisi Tarian Sulawesi Tenggara di Era Modern
- 16 Sep 2024 11:29 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Dalam edisi program yang disiarkan di 92.8 PRO4 FM Jakarta dan ditayangkan melalui Radio Visual RRINET, "Suara Budaya Nusantara", RRI Kendari dan RRI Jakarta mengangkat tema "Tradisi Tarian di Sulawesi Tenggara". Acara ini, yang dipandu oleh Mariana dan Ilham, mengeksplorasi bagaimana tarian tradisional Sulawesi Tenggara beradaptasi di era modern sambil tetap menjaga esensi tradisinya.
Narasumber utama dalam acara ini adalah Waode Alfida Hanafi, pelatih tari dari Wakatobi, dan Nurtikawati, S.Sn., M.Hum., Sekretaris Jurusan Tradisi Lisan Universitas Haluoleo. Keduanya memberikan wawasan mendalam mengenai berbagai tarian tradisional di Sulawesi Tenggara, seperti Tari Maulud, Tari Lulo, dan Tari Balumpa.
“Tari Maulud dulunya merupakan bagian dari upacara pesta panen, dengan gerakan yang fokus pada simbol pengucapan syukur atas hasil bumim," menurut Tikawati, Jakarta ( 5/9/2024).Ia menambahkan bahwa meskipun tarian ini telah dimodifikasi untuk pentas modern, esensinya sebagai ungkapan rasa syukur tetap dipertahankan. Tikawati mengungkapkan, “Kami berusaha untuk tidak menghilangkan makna asli dari tari ini meskipun penampilannya kini lebih sesuai dengan konteks masa kini.”
Sementara itu, Waode Alfida Hanafi membahas tentang Tari Lulo yang dikenal dengan gerakan melingkarnya. Menurut perempuan yang biasa disapa Fida, “Meskipun Tari Lulo telah mengalami berbagai perubahan untuk memenuhi kebutuhan pentas modern, kami tetap menjaga esensi gerakannya. Kami ingin memastikan bahwa tarian ini tetap mencerminkan kekayaan budaya kami.” Fida juga mengungkapkan bahwa tari ini kini lebih sering dipentaskan dalam acara formal dan festival.
Tari Balumpa, yang biasanya dipersembahkan untuk menyambut tamu penting, juga mengalami perubahan. Hanafi menjelaskan, “Tari Balumpa tetap mempertahankan unsur tradisionalnya, meskipun telah beradaptasi dengan konteks modern. Kami sering melihat tari ini dipentaskan dalam acara resmi, seperti kunjungan Presiden, dengan penyesuaian tertentu.” Tarian ini berfungsi sebagai simbol sambutan yang hangat dan penuh makna.
Dalam diskusi, kedua narasumber menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian tradisi. Tikawati menegaskan, “Pelestarian tradisi sangat bergantung pada dukungan masyarakat. Kita harus memilih apakah akan terus melestarikan tradisi atau beralih ke modernisasi.” Ia menambahkan bahwa sementara kreativitas dalam seni tari penting, menjaga esensi tradisi juga merupakan hal yang tidak kalah penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....