Melihat Museum Prangko di Taman Mini Indonesia Indah
- 22 Agt 2024 19:45 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Selain sebagai penanda biaya penyelenggaraan jasa pos, prangko juga merupakan salah satu alat untuk mempelajari sejarah dan budaya suatu bangsa, termasuk perkembangan media komunikasi dan teknologi percetakan. Pengetahuan tersebut juga bisa Anda jelajahi di Museum Perangko yang memamerkan koleksi perangko dari seluruh dunia.
Lahirnya museum ini diawali dari kisah Ny. Tin Suharto, mengunjungi pameran prangko PT Pos Indonesia (Persero) pada Jambore Pramuka Asia Pasifik VI di Cibubur pada bulan Juni 1981. Museum ini dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal 29 September 1983.
Museum ini berhiaskan arsitektur yang dihiasi berbagai ukiran dan patung Bali dan Jawa yang dibangun di atas tanah seluas 9590 meter persegi. Kedua pintu gerbang Museum Perangko ini terinspirasi dari model Candi Bentar yang memisahkan halaman luar dengan halaman dalam. Di halaman depan, terdapat bola dunia dengan burung merpati yang membawa surat di paruhnya, melambangkan operasional PT Pos Indonesia (Persero) di seluruh dunia.
Di pintu masuk, pengunjung akan disuguhi cerita-cerita wayang, mulai dari boneka Dhuta Dharma yang menyampaikan cerita melalui patung Hanoman, hingga dua lukisan Wayang Bali karya Dr. Wayan Sutha S memaparkan tentang sejarah huruf sebelum munculnya kertas.
Museum perangko memiliki beberapa ruang pamer dengan berbagai koleksi dan pameran. Beberapa diantaranya adalah pembuatan prangko, koleksi prangko masa kemerdekaan Belanda, Jepang dan Indonesia, prangko menurut zaman dan subjek, dan lainnya. Tak hanya itu, di ruang pameran terakhir juga terdapat pameran yang menampilkan waktu penandatanganan sampul prangko dunia keenam hari pertama di Cibubur oleh Ibu Tien Soeharto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....