Wamenpar Dorong Jakarta Jadi Pusat Fesyen Asia

  • 20 Sep 2026 18:21 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong Jakarta memperkuat posisinya sebagai pusat fesyen di Asia untuk meningkatkan daya tarik pariwisata.
  • Influencer-influencer dari Malaysia semakin banyak mereview pengalaman berbelanja fesyen dan kuliner di Jakarta, menunjukkan potensi pertumbuhan pasar wisata regional.
  • Strategi pemasaran melalui influencer internasional menjadi kunci untuk meningkatkan positioning Jakarta sebagai destinasi fesyen utama di kawasan Asia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong Jakarta memperkuat posisinya sebagai pusat fesyen di Asia, menyusul meningkatnya perhatian pemengaruh dari Malaysia yang mengulas pengalaman berbelanja produk fesyen dan kuliner di ibu kota.

“Kita harus dorong terus Jakarta sebagai pusat fesyen karena saya lihat influencer-influencer Malaysia banyak mereview soal kunjungannya ke Jakarta untuk belanja fesyen dan kuliner,” kata Ni Luh di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.

Menurut Ni Luh, Jakarta tidak hanya berperan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga menjadi salah satu pusat perdagangan, jasa, investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif nasional.

Ia menambahkan, Jakarta merupakan salah satu dari tiga gerbang utama pariwisata Indonesia bersama Bali dan Batam. Berbeda dengan Bali yang didominasi wisatawan rekreasi, Jakarta memiliki kekuatan pada sektor perjalanan bisnis, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), wisata belanja, kuliner, serta wisata urban dan budaya.

“Kalau Bali kebanyakan wisatawannya for leisure, tetapi kalau Jakarta mostly for business, MICE, dan seterusnya,” ujarnya.

Ni Luh menyebut Jakarta menerima 2,22 juta wisatawan nusantara dan 21.381 wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Menurutnya, capaian tersebut masih dapat ditingkatkan mengingat besarnya potensi sektor pariwisata ibu kota.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren positif. Pada Juli 2026, jumlah perjalanan wisata nusantara ke Jakarta mencapai 8,84 juta perjalanan atau meningkat 2,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jakarta tercatat 58,28 persen.

Meski demikian, Ni Luh menilai tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, lama tinggal, dan belanja wisatawan selama berada di Jakarta. “Tantangannya adalah bagaimana kita meningkatkan quality of experience, length of stay, dan juga spending wisatawan di Jakarta. Experience adalah kunci,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....