Festival Bahari 2026 Hadirkan Sport Tourism hingga Pelestarian Lingkungan
- 19 Sep 2026 19:54 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu menggelar Festival Bahari 2026 di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, pada 19–20 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan pariwisata bahari sekaligus mendorong pemulihan kunjungan wisatawan setelah aktivitas vulkanik dan gempa yang sempat berdampak terhadap sektor pariwisata di wilayah Kepulauan Seribu.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyampaikan apresiasi kepada Sudin Parekraf Kepulauan Seribu beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Bahari 2026.
“Terima kasih, saya ucapkan terima kasih yang telah bekerja kepada Pak Sudin Pariwisata Kepulauan Seribu, anak muda yang luar biasa. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi,” ujar Fadjar.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memastikan kondisi wilayah tetap aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
“Kita memastikan bahwa di sini aman, nyaman, dan wisatawan banyak yang berkunjung,” katanya.
Menurut Fadjar, pemilihan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan sebagai lokasi festival menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu Utara.
Festival Bahari 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berbagai kegiatan olahraga laut, pemberdayaan UMKM, seni dan budaya, serta program pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu Fahmi Arif Ramlan mengatakan Festival Bahari merupakan bagian dari strategi memperkuat posisi Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
“Kepulauan Seribu bukan hanya tentang laut dan pantai, tetapi juga memiliki kehidupan, cerita budaya, komunitas, serta berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas Fahmi.
Ia menjelaskan, rangkaian festival berlangsung selama dua hari dengan mengedepankan partisipasi masyarakat melalui konsep sport tourism, termasuk lomba balap kapal yang melibatkan masyarakat setempat.
Selain itu, festival turut memberdayakan pelaku UMKM di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan untuk berpartisipasi dalam kegiatan festival.
“Kita akan menghadirkan, memadupadankan partisipasi dari masyarakat. Di sini kita akan lihat sport tourism, di mana masyarakat berpartisipasi melaksanakan lomba balap kapal. Kami juga memberdayakan UMKM yang berada di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa,” ungkapnya.
Festival Bahari 2026 juga diramaikan program Ikan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu, di antaranya melalui kegiatan Seribu an Excellence Host Program. Program tersebut menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Kepulauan Seribu serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pariwisata, khususnya bidang hospitality.
Tak hanya pariwisata, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam Festival Bahari 2026. Program Sustainable Island: Restore the Planet, Restore the Future menghadirkan kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove.
“Kami juga mengedepankan aspek keberlanjutan yang menjadi bagian penting dalam Festival Bahari, yaitu program kerja Abang None Jakarta Kepulauan Seribu yang berkolaborasi dengan seluruh UKPD di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu,” tutur Fahmi.
Rangkaian acara turut dimeriahkan penampilan Tari Si Pitung oleh Abang None Kepulauan Seribu pada malam hari.
Fahmi berharap Festival Bahari 2026 dapat memperluas pengenalan potensi bahari, budaya, dan ekonomi kreatif Kepulauan Seribu sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....