Suka Liburan ke Bandung? BMKG Catat Puluhan Gempa
- 17 Sep 2026 07:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bandung menjadi salah satu tujuan favorit warga Jakarta untuk berlibur. Namun, masyarakat yang berencana bepergian ke wilayah Bandung perlu mengetahui perkembangan aktivitas gempa bumi yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 42 kejadian gempa bumi di Kabupaten Bandung sejak 16 September hingga 17 September 2026 pukul 05.30 WIB. Rangkaian gempa tersebut terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bandung dengan kekuatan yang relatif kecil.
BMKG menjelaskan rangkaian gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Salah satu gempa yang dirasakan warga terjadi pada 16 September 2026 pukul 17.14 WIB dengan magnitudo 2,6 dan kedalaman enam kilometer. Pusat gempa berada di darat, sekitar 28 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung.
Getaran gempa juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. BMKG mencatat gempa magnitudo 2,6 pada 17 September pukul 04.59 WIB dirasakan dengan intensitas III MMI di Pangalengan dan Kertasari. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti kendaraan berat melintas.
Aktivitas gempa masih berlanjut setelah pencatatan 42 kejadian. BMKG melaporkan gempa magnitudo 2,7 terjadi pada pukul 06.21 WIB, dengan pusat gempa berada di darat sekitar 27 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung dan kedalaman sekitar tiga kilometer.
Meski terjadi berulang kali, BMKG menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari kanal resmi.
Bagi warga Jakarta yang sedang berada di Bandung maupun yang memiliki rencana liburan ke kawasan tersebut, perkembangan informasi gempa dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat juga disarankan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi guncangan.
BMKG mengingatkan bahwa aktivitas gempa bumi dapat terus dipantau melalui informasi resmi karena gempa susulan masih mungkin terjadi. Data dan informasi terbaru mengenai gempa bumi tersedia melalui kanal resmi BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....