Pink Church, Tempat Wajib Dikunjungi di Ho Chi Minh
- 29 Mei 2026 10:38 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Ho Chi Minh City, berdiri sebuah bangunan berwarna merah muda yang sukses mencuri perhatian wisatawan dunia. Namanya Tân Định Church, namun banyak turis mengenalnya sebagai “Pink Church” atau gereja pink paling terkenal di Vietnam.
Bagi wisatawan asal Jakarta yang terbiasa melihat gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern, gereja ini menghadirkan suasana berbeda. Warna pastel mencolok berpadu dengan arsitektur klasik Eropa membuatnya terlihat seperti lokasi film romantis di tengah Asia Tenggara.
Gereja yang dibangun sejak tahun 1870 dan selesai pada 1876 ini merupakan salah satu gereja tertua di Vietnam. Awalnya, bangunan tersebut tidak berwarna pink. Baru pada 1957, gereja dicat merah muda sebagai simbol harapan dan semangat baru bagi masyarakat Saigon setelah masa konflik panjang.
Tak heran jika kini Pink Church menjadi salah satu spot favorit wisatawan internasional. Banyak pengguna media sosial menyebut tempat ini seperti “dunia Barbie versi klasik” hingga “bangunan ala film Wes Anderson di Vietnam.”
Secara arsitektur, gereja ini memadukan gaya Gothic, Romanesque, dan sentuhan Renaissance. Menara lonceng setinggi lebih dari 50 meter menjulang di atas jalan Hai Ba Trung, sementara detail pintu hijau mint dan jendela kaca patri membuat tampilannya semakin fotogenik.
Yang menarik, wisatawan tidak hanya berburu foto dari halaman depan gereja. Untuk mendapatkan sudut terbaik dengan latar penuh bangunan pink tersebut, banyak turis memilih naik ke rooftop cafe yang berada tepat di seberang gereja. Dari atas kafe, panorama Pink Church terlihat lebih simetris dengan kombinasi lalu lintas khas Saigon di bawahnya. Spot ini menjadi favorit content creator dan fotografer karena menghasilkan foto estetik tanpa harus berdesakan di trotoar depan gereja.

Di sekitar gereja juga terdapat kawasan lokal yang hidup. Pasar tradisional Tân Định dipenuhi pedagang makanan, kain, hingga kopi khas Vietnam. Perpaduan antara bangunan kolonial, motor lalu-lalang, dan aroma kopi Vietnam menciptakan pengalaman urban yang unik bagi wisatawan Indonesia.
Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari sekitar pukul 06.30 hingga 07.30. Cahaya matahari membuat warna pink gereja tampak lebih lembut dan dramatis. Selain itu, suasana masih relatif sepi sehingga nyaman untuk menikmati detail bangunan maupun mengambil foto.
Bagi pelancong dari Indonesia, lokasi ini juga cukup mudah dijangkau karena hanya sekitar 10 menit dari pusat District 1 menggunakan GrabBike. Banyak wisatawan menjadikan Pink Church sebagai destinasi wajib sebelum berburu kuliner pho, bánh mì, atau kopi susu khas Vietnam.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Pink Church kini menjadi simbol visual baru kota Saigon modern—ikon yang memperlihatkan bagaimana sejarah kolonial, budaya lokal, dan estetika media sosial bisa bertemu dalam satu ruang yang sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....