Ekspedisi Way Kambas Ajarkan Kepemimpinan dan Konservasi

  • 20 Mei 2026 21:28 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Sebanyak 46 siswa SD5 ELENOS Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cipedak mengikuti Learning Expedition ke Taman Nasional Way Kambas sebagai laboratorium kehidupan.
  • Sebelum berangkat, siswa sukses melakukan fundraising kreatif dan menjalin kerja sama dengan 38 mitra strategis dari berbagai sektor.
  • Di Way Kambas, siswa terlibat langsung dalam konservasi gajah dan badak Sumatra, restorasi lahan, serta berbagi pendidikan dengan SD setempat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Perjalanan Learning Expedition SD5 ELENOS dari Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cipedak menuju Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung menjadi pengalaman pendidikan yang sarat makna bagi para siswa. Kegiatan ini tidak sekadar studi lapangan, melainkan menghadirkan pembelajaran menyeluruh yang memadukan kepemimpinan, kewirausahaan, konservasi alam, kepedulian sosial, hingga pembentukan karakter tangguh. Sebanyak 46 siswa yang tergabung dalam tim “Green Rangers” menjalani proses panjang sebelum akhirnya berangkat ke Way Kambas pada periode Kamis, 20 April 2026 hingga Senin, 24 April 2026.

Siswa Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cipedak memaparkan ide penggalangan dana untuk konservasi gajah di hadapan jajaran direksi PT. Nutech Integrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan komunikasi profesional sebelum ekspedisi ke Taman Nasional Way Kambas. (Foto: SAI)

Sebelum pelaksanaan ekspedisi, para siswa terlebih dahulu mengikuti program penggalangan dana atau fundraising sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kepemimpinan. Mereka mengembangkan berbagai workshop kreatif seperti pembuatan layang-layang, origami, donat hias, rubik, hingga sepak bola dasar. Selain itu, siswa juga menjual camilan dan merchandise hasil kolaborasi bersama orang tua di lingkungan sekolah.

Para siswa menunjukkan keterampilan kewirausahaan melalui workshop pembuatan slime dalam rangkaian kegiatan penggalangan dana ekspedisi. Mereka belajar mengelola produk kreatif yang diminati pasar sejak usia dini. (Foto: SAI)

Upaya fundraising tersebut membuahkan hasil dengan terjalinnya kerja sama bersama 38 mitra strategis yang terdiri atas badan usaha milik negara atau BUMN, perusahaan swasta, usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM, serta lembaga kemitraan lainnya. Ketua Dewan Kelas SD5 ELENOS, Adam Wiradyta, menegaskan bahwa proses penggalangan dana bukan sekadar mencari dukungan materi. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari keberanian menyampaikan ide dan membangun kolaborasi,” ujar Adam.

Seru banget! Anak-anak SAI Cipedak ketemu langsung sama gajah Sumatra di Way Kambas. Belajar sambil berpetualang di alam bebas! (Foto: SAI)

Tidak berhenti pada proses penggalangan dana, para siswa juga belajar berinteraksi langsung dengan dunia profesional melalui presentasi di hadapan direksi dan manajemen perusahaan. Dari pengalaman tersebut, mereka mengasah kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking, penguasaan emosi, hingga rasa percaya diri saat berdialog dengan audiens dewasa. Koordinator Fasilitator SD5 ELENOS, Fahmi, menyebut seluruh persiapan itu sebagai laboratorium kehidupan bagi anak-anak. “Nilai belajar terbesar ada pada prosesnya. Anak-anak belajar bangkit ketika menghadapi kegagalan dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh,” ungkap Fahmi.

Sesampainya di kawasan Taman Nasional Way Kambas, para siswa mengikuti beragam kegiatan konservasi dan pengabdian sosial bersama Balai TNWK, Yayasan Badak Indonesia atau YABI, dan Sumatran Rhino Sanctuary atau SRS. Mereka melakukan penebaran benih ikan, restorasi lahan, hingga berbagi pengetahuan pendidikan di SDN Tegal Yoso yang berada di sekitar kawasan taman nasional. Pengalaman belajar semakin mendalam saat siswa berinteraksi langsung dengan gajah Sumatra, mempelajari mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar, hingga memahami strategi konservasi badak Sumatra yang kritis.

Selain kegiatan konservasi satwa besar, para siswa juga mengikuti kegiatan pengamatan burung atau bird watching di kawasan Sungai Way Bungur dan praktik eco-print berbahan alami yang ramah lingkungan. Rangkaian ekspedisi ditutup dengan eksplorasi Pulau Pahawang yang menguji keberanian dan ketangguhan siswa melalui aktivitas snorkeling serta pengenalan biota bawah laut. Fasilitator SD5 ELENOS, Miftachul Jannah, mengaku haru melihat perubahan nyata yang dialami anak-anak selama perjalanan panjang ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....