Menyusuri Jejak Literasi Kwitang Spesial Hari Pendidikan

  • 27 Apr 2026 20:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Langkah kaki yang menyusuri lorong waktu sering kali memberikan perspektif baru tentang bagaimana sebuah bangsa mulai belajar membaca dunianya.

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, sebuah perjalanan naratif bertajuk Walking Tour Spot Legendaris Kwitang mengajak publik meresapi kembali akar perjuangan kaum intelektual Indonesia. Bermula dari sebuah kebutuhan mendasar akan tenaga medis, perjalanan ini membuktikan bahwa dari ruang belajar kecil, keberanian untuk berpikir mandiri mulai tumbuh.

Dikutip dari pemandu wisata, Rizky Indonesia, menjelaskan bahwa rute ini dipilih untuk menggambarkan evolusi pemikiran bangsa melalui literasi dan pergerakan. "Kami ingin peserta tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi merasakan semangat awal para pelajar STOVIA yang mulai berani bermimpi tentang kemerdekaan," ujarnya. Menurutnya, memahami sejarah pendidikan secara langsung di lapangan jauh lebih meresap ke dalam sanubari dibandingkan sekadar membaca buku teks.

Rizky Indonesia menambahkan bahwa perjalanan yang dimulai dari Museum Kebangkitan Nasional ini juga akan menyambangi titik-titik ikonik seperti Toko Buku Kwitang. "Toko buku tersebut memiliki cerita mendalam di setiap raknya, yang menunjukkan betapa pentingnya akses terhadap ilmu pengetahuan bagi masyarakat pada masa itu," jelasnya dengan antusias. Penutupan tur dengan makan bersama di Nasi Kapau juga menjadi momen hangat untuk merefleksikan nilai-nilai kebersamaan dalam memajukan pendidikan bangsa.

Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 ini akan dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dengan titik kumpul di Museum Kebangkitan Nasional. Peserta juga akan diajak rehat sejenak di Jurnal Risa Coffee Atrium yang menempati bangunan bersejarah bekas Kapitan Tionghoa sebelum berlanjut ke Museum Sumpah Pemuda. Biaya registrasi yang sangat terjangkau yakni seratus ribu rupiah membuat kegiatan ini sangat diminati oleh kalangan muda yang haus akan sejarah.

Melalui walking tour ini, diharapkan generasi masa kini dapat membawa pulang cara pandang baru tentang arti penting pendidikan bagi masa depan. Transformasi dari sekadar bisa membaca menjadi pribadi yang paham dan berani berpikir sendiri adalah esensi utama yang ingin disampaikan sepanjang perjalanan. Kota Jakarta dengan segala cerita tersembunyinya kembali membuktikan bahwa belajar sejarah bisa dilakukan dengan cara yang santai namun tetap penuh makna mendalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....