Anjungan DKI di TMII akan Direvitalisasi Jadi Ruang Budaya Digital

  • 29 Mar 2026 20:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI akan merevitalisasi Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur menjadi ruang budaya modern berbasis digital. Revitalisasi tersebut ditargetkan menghadirkan pengalaman imersif sekaligus menjadi etalase kebudayaan Jakarta dalam jangka panjang hingga 20 tahun ke depan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan perubahan konsep dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menarik minat generasi muda yang kini akrab dengan teknologi digital.

“Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda. Kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya,” ujar Rano saat meninjau lokasi di kawasan TMII, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu, 29 Maret 2026.

Menurut dia, revitalisasi tersebut tidak sekadar perbaikan fisik, tetapi juga perubahan pendekatan dalam penyajian budaya. Anjungan DKI akan dirancang menjadi ruang interaktif yang mampu menampilkan budaya Betawi dan dinamika masyarakat Jakarta secara lebih menarik dan edukatif.

Rano optimistis, dengan konsep baru tersebut, Anjungan DKI Jakarta dapat berfungsi sebagai pusat promosi budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta sebenarnya telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Total kebutuhan anggaran proyek ini diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar.

Dari sisi pembiayaan, Pemprov DKI mengusung skema kombinasi antara dana non-APBD dan APBD. Pada tahap awal tahun 2026, sebesar Rp25 miliar akan didukung oleh pihak swasta, yakni PT Wisma Nusantara Internasional.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari sumber non-APBD, sehingga total kontribusi eksternal ditargetkan mencapai Rp50 miliar. Sisa kebutuhan anggaran sebesar Rp27,5 miliar direncanakan dialokasikan melalui APBD Tahun Anggaran 2027.

Rano menjelaskan, tahapan proyek akan dimulai dengan proses penghapusan aset pada April 2026. Selanjutnya, pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026. “Revitalisasi ini ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun, sehingga bisa difungsikan kembali pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta,” ujarnya.

Dengan transformasi ini, Pemprov DKI Jakarta berharap Anjungan DKI tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga ruang representatif yang mencerminkan wajah Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada tradisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....