Ongkos Angkot Ragunan–Pasar Minggu Bikin Penumpang Tercengang

  • 28 Mar 2026 22:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Libur Lebaran yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, kali ini menyisakan keluhan dari sebagian pengunjung Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Sejumlah penumpang mengaku terkejut dengan kenaikan tarif angkutan kota (angkot) dari Ragunan menuju Pasar Minggu yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan hari biasa.

Pada momen libur Lebaran ini, ongkos angkot rute Ragunan–Pasar Minggu dipatok hingga Rp15 ribu per orang. Padahal pada hari normal, tarif perjalanan untuk rute yang sama hanya sekitar Rp6 ribu per penumpang.

Kenaikan tarif tersebut membuat banyak penumpang geleng-geleng kepala saat diminta membayar oleh sopir angkot. Beberapa di antaranya bahkan mengaku tidak menyangka tarif bisa naik lebih dari dua kali lipat dari harga normal.

Salah satu penumpang, Bu Wati yang datang dari Bogor, mengaku cukup tercengang saat hendak membayar ongkos angkot. Ia bersama rombongan keluarga besarnya yang berjumlah delapan orang baru saja selesai berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan.

“Pas bayar saya kaget, diminta Rp15 ribu per orang. Padahal biasanya cuma sekitar Rp6 ribu. Karena kami rombongan delapan orang, jadi lumayan besar juga ongkosnya,” ujar Bu Wati, Sabtu 28 Maret 2026.

Hal serupa juga dialami oleh Bu Maya yang datang dari Depok bersama keluarganya. Beruntung, ia sempat bertanya terlebih dahulu kepada penumpang lain mengenai tarif angkot yang berlaku saat itu.

“Untungnya saya sempat tanya dulu ke penumpang lain, jadi sudah siap uang pas. Tapi tetap saja agak syok dengar ongkosnya Rp15 ribu per orang,” kata Bu Maya.

Menurut Bu Maya, kenaikan tarif tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya jumlah pengunjung Ragunan selama libur Lebaran, sehingga permintaan transportasi meningkat tajam.

Keluhan juga datang dari Pak Reger yang datang dari Bekasi. Ia mengaku sempat mencoba memesan ojek online jenis mobil untuk menuju Pasar Minggu, namun tidak mendapatkan pengemudi yang bersedia mengambil pesanan.

“Saya sudah coba pesan ojek online mobil, tapi tidak ada yang ambil. Mungkin karena kondisi jalan macet atau banyak penumpang di sekitar Ragunan,” ujarnya.

Tingginya jumlah pengunjung di kawasan wisata saat libur Lebaran memang sering berdampak pada meningkatnya permintaan transportasi. Kondisi ini kerap dimanfaatkan sebagian pengemudi angkutan untuk menaikkan tarif di luar harga normal.

Meski demikian, para penumpang berharap adanya pengawasan dari pihak terkait agar tarif angkutan umum tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat tetap merasa nyaman saat menggunakan transportasi umum, terutama di momen libur panjang seperti Lebaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....