Onje, Kadipaten Tua yang Bangkit Lewat Festival Budaya
- 23 Jun 2025 01:46 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Pemerintah Desa Onje, Kecamatan Mrebet, bersama warga menggelar Festival Budaya Onje Tahun 2025. Festival tahunan ini diisi berbagai kegiatan adat seperti Ritual Pengambilan Air Suci, Kirab Budaya, hingga Haul sesepuh desa.
“Acara pertama adalah mengambil air suci dari tujuh mata air yang ada di Desa Onje,” ujar Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purwono, dikutip kabarpurbalingga.com, Sabtu 21 Juni 2025. Ia menjelaskan bahwa air suci tersebut akan dikirab bersama tumpeng dan makanan tradisional menuju lapangan desa.
Pada malam harinya, warga menggelar Festival Lesung di Pendopo Puspa Jaga dan puncaknya adalah Haul Mbah Abdulloh serta sesepuh Desa Onje di lapangan Horizon. “Festival ini adalah bentuk syukur sekaligus upaya melestarikan adat dan budaya Onje,” ucap Mugi
Dalam wawancara radio di 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta terungkap bahwa acara ini digelar untuk mempertegas kembali bahwa Onje pernah menjadi kadipaten bersejarah yang melahirkan tokoh pemimpin di Purbalingga. “Onje bukan sekadar desa biasa. Ia pernah menjadi kadipaten penting yang melahirkan banyak tokoh di Purbalingga,” ujar Agus Pamungkas, Seksi Acara Festival Onje, Jumat 20 Juni 2025.
Festival yang telah memasuki tahun ke-6 ini digelar bertepatan dengan bulan Suro, sebuah momentum spiritual dalam tradisi Jawa. Rangkaian kegiatan dimulai dengan ritual pengambilan air suci dari tujuh mata air, disusul kirab budaya, festival lesung, dan ditutup dengan Haul Mbah Abdulloh serta sesepuh Onje di Lapangan Horizon.
Selain itu, pementasan Ebeg, Calung, Lengger Lanang, dan tradisi napak tilas menjadi ruang bagi warga dan diaspora Onje untuk kembali bersua. “Kami ingin memperkuat identitas komunitas serta menjadikan Onje sebagai destinasi wisata budaya dan religi,” kata Agus menambahkan.
Dukungan dari tokoh adat, bupati, hingga dinas pariwisata memperkuat posisi Festival Onje sebagai agenda budaya tahunan di daerah ini. Pemerintah desa juga menyisipkan pameran UMKM, kerajinan lokal, dan pengembangan homestay agar manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan warga.
"Promosi digital kami gencarkan agar Grebeg Onje bisa masuk kalender wisata nasional dan diminati wisatawan asing,” ujar Agus. Melalui pendekatan edukatif, pelajar dan pramuka pun dilibatkan dalam kemah budaya dan ziarah sejarah, sebagai upaya regenerasi nilai tradisi.
“Festival ini adalah ikhtiar kolektif untuk menjaga warisan leluhur dan menyongsong masa depan Onje yang berdaya saing secara budaya,” ujar Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....