Ukulele Ambon: Nada Budaya, Gerak Ekonomi Kreatif
- 18 Mei 2025 12:29 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Di balik alunan musik yang kerap terdengar di sudut-sudut Kota Ambon, tersimpan kisah inspiratif dari para perajin ukulele yang turut menggerakkan roda ekonomi kreatif. Dalam program kolaborasi RRI Ambon dan RRI Jakarta, Jumat, 16/5/2025, Walson R.J Parera (Perajin alat musik tradisional Maluku) dan Mark Ufie, ST ( Musisi dan Peneliti Budaya) membagikan kisah perjuangan dan semangat dalam merawat warisan musik khas Maluku ini.
Walson, seorang perajin ukulele asal Ambon, menceritakan bagaimana ia memulai usahanya dari bengkel kecil dengan peralatan sederhana. “Kami bukan sekadar membuat alat musik, tapi juga menjaga identitas budaya,” ujar Walson. Ia menekankan bahwa setiap ukulele buatannya memiliki cerita yang terinspirasi dari nilai-nilai lokal dan semangat orang Maluku.
Mark Ufie, seorang pelaku ekonomi kreatif dan pendamping UMKM, menjelaskan bahwa potensi industri ukulele sangat besar jika dikembangkan dengan pendekatan yang tepat. “Bukan hanya soal produk, tapi juga bagaimana membangun ekosistem kreatif yang melibatkan anak muda dan komunitas lokal,” katanya. Ia juga mendorong kolaborasi antara pelaku kreatif, pemerintah, dan media untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui kisah ini, Walson berharap ukulele bukan hanya instrumen musik, melainkan simbol perjuangan, kreativitas, dan identitas. Para perajin seperti Walson membuktikan bahwa tangan-tangan lokal mampu menghasilkan karya bernilai tinggi yang bisa bersaing di pasar global.
Program ini tidak hanya mengangkat siapa dan apa yang mereka lakukan, tetapi juga menjawab mengapa dan bagaimana perajin ukulele dapat menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif nasional. Ambon, sebagai kota musik dunia versi UNESCO, menjadi lahan subur untuk tumbuhnya inovasi dari akar budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....