Faisal Zulfi Majukan Wisata Bukittinggi Lewat Pariwisata 6.0
- 26 Apr 2025 00:14 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Nama Faisal Zulfi mungkin belum setenar tokoh pariwisata nasional, tapi semangatnya untuk membangun Bukittinggi patut diapresiasi. Anak Bukittinggi kelahiran 9 Maret 1991 ini memang punya hati besar buat kampung halamannya. Meski sempat merantau ke Jakarta dan Bandung, cintanya pada wisata lokal tak pernah luntur.
Faisal bilang, kecintaannya pada dunia pariwisata berawal dari kerja di perusahaan properti yang punya unit bisnis hotel dan resort. “Dari situ hal yang membuat saya makin kuat dan cinta untuk terjun di dunia pariwisata,” kata Faisal diwawancarai RRI Pro4 Jakarta, Rabu 23 April 2025.

Tugu Polwan di Bukittinggi menjadi simbol sejarah lahirnya Polisi Wanita pertama di Indonesia pada tahun 1948. Monumen ini mencerminkan peran penting perempuan dalam menjaga keamanan dan pengabdian kepada masyarakat. (Foto: Ilustrasi/visitbukittinggi.id)
Merantau, Belajar, Pulang, dan Siap Bangun Pariwisata
Faisal sempat kuliah S1 di Universitas Bakrie Jakarta dan lanjut S2 Perencanaan Kepariwisataan di ITB Bandung. Di sela-sela itu, ia bisnis kaos wisata, ngajar pariwisata, sampai akhirnya pulang kampung untuk terjun langsung bantu majukan Bukittinggi.
Menurtnya, kunci wisata itu bukan hanya tempat yang indah. “Kita perlu pelayanan bagus, kebersihan, dan keterbukaan informasi buat wisatawan,” ujar Faisal. Untungnya, orang tua selalu mendukung. “Yang penting tanggung jawab dan ikhlas, itu kata mereka,” kata Faisal menambahkan.

Fort de Kock merupakan benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1825 di Bukit Jirek, Bukittinggi, sebagai strategi pertahanan pada masa Perang Padri. Kawasan ini menyimpan delapan meriam tua dan penampungan air bersejarah dari tahun 1932. (Foto: Ilustrasi/visitbukittinggi.id)
Wisata 6.0: Liburan Bareng Warga Lokal
Sekarang, Faisal jadi Ketua Dewisnu Bukittinggi dan juga Bendahara IHSA Sumbar. Ia sedang gencar mendorong konsep pariwisata 6.0. Ini bukan sekadar liburan biasa, tapi wisata yang menyatu sama kehidupan warga lokal.
Menurutnya, Bukittinggi tak cuma buat wisata massal. Ada banyak potensi lain, mulai dari wisata petualangan, edukasi, olahraga, sampai inovasi. Tapi Faisal juga sadar, “Kita masih butuh informasi yang merata, inovasi yang relevan, dan SDM yang siap,” ucap nya.

Ngarai Maaram merupakan ruang terbuka hijau yang menjadi destinasi wisata unggulan di Bukittinggi. Tempat ini menawarkan pemandangan Ngarai Sianok dan Gunung Singgalang, serta menjadi lokasi berbagai aktivitas seni dan olahraga ringan. (Foto: Ilustrasi/visitbukittinggi.id)
Bukittinggi Bisa Jadi Destinasi Nasional
Buat Faisal, semua bisa dicapai sepanjang ada kerjasama. Ia aktif mengajak masyarakat untuk sadar potensi wisata mereka. Kadang tantangannya di pola pikir dan adaptasi, tapi Faisal yakin itu bisa diatasi.
“Kalau semua mau jalan bareng, semangat, dan terbuka buat belajar, Bukittinggi bisa jadi bintang di dunia pariwisata Indonesia,” ujar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....