Warisan Musik Banjarmasin Bertahan di Tengah Modernisasi
- 12 Feb 2025 19:33 WIB
- Jakarta
RRI, Jakarta: Alat musik panting khas Banjarmasin terus memainkan peran penting dalam berbagai acara adat dan pernikahan masyarakat Kalimantan Selatan. Dalam obrolan "Suara Budaya Nusantara" di 92.8 PRO4 Jakarta, Senin (10/2/2025) bersama PRO4 Banjarmasin membahas alat musik khas Banjar "Panting" di era sekarang. Berkembang sejak abad ke-19 di wilayah Megar Sari hingga Tanjung, panting dikenal dengan suaranya yang melengking dan khas.
Menurut narasumber Abdurrahman atau Aman Babun, seorang seniman yang juga ASN di UPTD Taman Budaya Disdikbud Provinsi Kalsel, biasanya, alat musik panting dimainkan bersama gendang dan gong, menciptakan harmonisasi unik yang melestarikan tradisi musik Banjar.
Selain sebagai hiburan, panting juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Menurut Aman Babun, dahulu orang tua sering memainkannya sambil melantunkan selawat untuk menidurkan anak. Musik panting mayoritas menggunakan nada minor, memberikan nuansa syahdu yang khas. Terkadang, suara panting juga diperkaya dengan instrumen biola bambu, menambah keindahan alunan musik tradisional ini.
"Panting telah mengalami adaptasi dengan berbagai genre musik modern. Adaptasi ini mendapat sambutan positif dari generasi muda yang mulai tertarik untuk melestarikan alat musik ini" Dengan adanya inovasi, dalam musik panting, tradisi ini tetap relevan di tengah perkembangan zaman," kata Aman Babun.
Melestarikan panting bukan sekadar menjaga alat musik ini tetap dimainkan, tetapi juga mempertahankan identitas budaya Banjar agar tetap hidup. Dengan mengenalkan dan mengajarkan panting kepada generasi muda, warisan leluhur ini diharapkan terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....