Museum Bahari Jakarta, Pusat Sejarah Kemaritiman Indonesia
- 03 Okt 2024 20:49 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Museum Bahari Jakarta, yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara, adalah destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Dulunya, museum ini merupakan gudang rempah-rempah milik Belanda yang kemudian diubah menjadi pusat pelestarian sejarah maritim Indonesia.
Hamid Maulana, staf edukator di Museum Bahari, menjelaskan bahwa museum ini tidak hanya menampilkan koleksi kapal dan alat-alat navigasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga jejak kemaritiman Indonesia. “Gedung ini awalnya adalah gudang rempah yang dibangun oleh Belanda di Batavia. Waktu itu, rempah-rempah dikumpulkan di sini sebelum dikirim ke Belanda,” ucap Hamid, kepada RRI di lokasi, Kamis (3/10/2024).
Seiring berjalannya waktu, fungsi gudang ini berubah, ketika Jepang menjajah Indonesia, gedung ini dijadikan gudang senjata. Setelah kemerdekaan, bangunan ini sempat digunakan sebagai gudang telekomunikasi, sebelum akhirnya diresmikan sebagai Museum Bahari pada tahun 1977.

Koleksi Museum Bahari mencakup sejarah kelautan dan perkapalan dari seluruh Nusantara. Salah satu daya tarik utama adalah kapal Cadik Papua, yang dibuat dari satu pohon utuh berusia ratusan tahun. “Kapal ini sangat langka dan menarik banyak pengunjung karena keunikan serta sejarah di balik pembuatannya,” ujar Hamid.
Museum Bahari juga memainkan peran penting dalam melestarikan sejarah maritim dari Sabang sampai Merauke. Dengan koleksi yang mewakili keragaman budaya kelautan, museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga pusat pembelajaran bagi semua generasi.
Salah satu program edukasi yang menarik di Museum Bahari adalah "Little Archaeologist" yang dirancang untuk anak-anak, memungkinkan mereka menjelajahi museum dengan pendekatan arkeologi. "Kami berusaha menghilangkan tanggapan bahwa museum itu membosankan, khususnya bagi anak muda, dengan menghadirkan kegiatan seperti cosplay dan diskusi sejarah yang melibatkan komunitas anak muda," kata Hamid.
Ia berharap Museum Bahari dapat semakin populer di kalangan anak muda. "Harapan kami, museum ini tidak hanya dikenal sebagai tempat belajar sejarah, tetapi juga sebagai destinasi yang menyenangkan untuk dieksplorasi," tambahnya.
Sebagai museum bertema kelautan pertama di Indonesia, Museum Bahari menjadi saksi bisu perjalanan panjang hubungan Indonesia dengan dunia maritim. Melalui program-program edukatif yang menarik, museum ini terus berupaya menjadi tempat yang relevan bagi masyarakat modern, sambil tetap menjaga warisan sejarah bangsa.
(Andika/Mahasiswa Magang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....