Animal Lovers Bersatu, Menguatkan Gerakan Peduli Kesejahteraan Hewan
- 07 Feb 2026 05:50 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Yayasan Animal Lovers Bersatu (ALB) resmi berdiri pada tahun 2020 di Tangerang Selatan. Namun, embrio komunitas ini telah tumbuh sejak 2018, berawal dari jejaring para animal rescuer, pemilik shelter, dan pemerhati hewan yang kerap turun langsung menangani kasus penelantaran.
Seiring meningkatnya persoalan kesejahteraan hewan, ALB hadir sebagai ruang kolaborasi yang memperkuat upaya penyelamatan dan edukasi.
Ketua Yayasan ALB Cindy Kartika Sari mengatakan komunitas ini dibentuk untuk saling mendukung di tengah keterbatasan shelter yang kian kewalahan. ALB hadir untuk mendukung program shelter seperti adopsi, penggalangan donasi, bantuan biaya klinik, hingga penyelamatan hewan.
"Walaupun didirikan di Tangerang Selatan, kegiatan Animal Lovers Bersatu (ALB) menjangkau wilayah Jabodetabek hingga luar kota," kata Cindy melalui sambungan telepon disaat wawancara di acara Obrolan Komunitas RRI Pro4 Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Saat ini, sekitar 200 anggota telah bergabung dalam ALB. Keanggotaan terbuka bagi pemilik shelter, pemerhati, dan penyayang hewan yang menjunjung lima prinsip kesejahteraan hewan. Beragam kegiatan rutin dijalankan, mulai dari memandikan hewan di shelter, street feeding, penggalangan donasi, hingga edukasi publik yang menyasar masyarakat luas.

Dalam perjalanannya, Animal Lovers Bersatu menghadapi tantangan besar, terutama soal minimnya kesadaran masyarakat. (Foto: Dok. Cindy)
Dalam perjalanannya, ALB menghadapi tantangan besar, terutama soal minimnya kesadaran masyarakat. "Tidak semua kasus penelantaran hewan harus menjadi beban shelter. Masyarakat juga punya tanggung jawab untuk ikut membantu dan mengedukasi," kata Cindy.
Ia mencontohkan persoalan overpopulasi kucing di lingkungan permukiman yang sering disikapi keliru dengan kekerasan atau pembuangan, padahal bukan solusi.
Ke depan, ALB berharap isu kesejahteraan dan perlindungan hewan menjadi materi penting di sekolah. “Karakter manusia bisa dilihat dari caranya memperlakukan hewan. Kekerasan pada hewan adalah cikal bakal kekerasan domestik,” tegasnya.
ALB juga mendorong peran aktif masyarakat dan dukungan pemerintah agar upaya perlindungan hewan di Indonesia dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....