Menjaga Api Teater Dari Rantau ke Panggung Dunia

  • 29 Jan 2026 03:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta- Aziz Azthar, lahir di Bukittinggi pada 3 Agustus, di rentang dekade 1990-an. Bersuku Koto, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan ayah seorang pegawai dan ibu rumah tangga.

Aziz merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, dengan satu kakak perempuan. Latar keluarga yang tenang dan bersahaja itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup dan sikapnya hingga kini.

Pendidikan terakhir Aziz ditempuh di Universitas Andalas dengan gelar Sarjana Teknik Industri. Meski berlatar pendidikan teknik, minatnya pada seni pertunjukan perlahan tumbuh dan menemukan jalannya sendiri. Dunia teater menjadi ruang baru yang ia tekuni secara serius, berdampingan dengan perjalanan profesionalnya sebagai editor penerbitan dan pekerja kreatif.

Sewaktu kecil, Azis menyukai membaca. Kesamaan membaca tersebut diwarisi dari ibu dan nenek beliau yang menyukai membaca, dan banyak koleksi buku yang mereka miliki. Langkah penting Aziz sebagai penulis naskah teater dimulai pada 2021, di masa pandemi.

Saat itu, ia mengikuti kelas penulisan naskah lakon secara daring di Komunitas Salihara, setelah sebelumnya sempat belajar akting di tempat yang sama. Azis mengatakan, “

Waktu pandemi, saya mencari ilmu baru. Dari situ, perlahan saya mulai serius menulis naskah teater,” ujar Aziz disaat wawancara dalam acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba Lamak Didanga, Rabu, 29 Januari 2026, melalui sambungan telpon. Sejak 2018, ia juga aktif sebagai editor lepas, sembari mencoba terlibat dalam kegiatan teater.

Prestasi yang menandai kiprahnya adalah terpilihnya naskah lakon berjudul Makan Malam untuk dibacakan dalam acara Nusantara Open Circle (NOC) 2025 di Esplanade, Singapura. Selain menulis, Aziz juga aktif sebagai performer panggung dan pernah terlibat dalam film pendek sebelum pandemi.

Sejak 2024, ia memutuskan fokus penuh di dunia teater setelah direkrut sebagai tim in house Titimangsa, dengan berbagai peran mulai dari manajer program hingga media relation. Di luar aktivitas profesional, Aziz terus berkegiatan bersama Jejak Lakon, sebuah ruang kerja yang berfokus pada kepenulisan naskah teater.

Ia juga tengah mengembangkan naskah baru sebagai proyek pribadi. Azis selalu mengingat Petuah orang tua masih ia pegang erat, terutama soal kemandirian dan pengelolaan keuangan.

“Jangan lupakan hobi dan minat masa kecil, dan beranilah merantau agar belajar hidup di lingkungan yang beragam,” pesan Azis bagi generasi muda Minang, baik di kampung maupun di rantau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....