Musicpreneur: Dari Kreasi Hingga Distribusi Musik Daerah

  • 29 Jul 2025 17:41 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Program Music Preneur yang digagas oleh Nada Bumi dan RRI kini memasuki tahap yang semakin matang. Antusiasme para musisi muda dari berbagai daerah di Indonesia terus meningkat. Rio dari Nada Bumi menyebutkan bahwa sudah ratusan peserta mendaftar dan menyetorkan karya-karya original mereka. Program ini menjadi ruang kreatif yang tidak hanya memfasilitasi penciptaan musik, tapi juga membuka jalan distribusi dan promosi secara nasional.

Music Preneur bukan hanya fokus pada penciptaan lagu, tetapi juga mendorong peserta memahami sisi bisnis dari industri musik. Banyak peserta kini antusias mempelajari bagaimana karya mereka bisa diproduksi, didistribusikan, dan dimonetisasi secara efektif. Program ini sudah menyiapkan proses dari hulu ke hilir, termasuk produksi, aransemen, hingga promosi melalui sistem "play to play" yang didukung RRI dan Nada Bumi. Konsep ini membuat musik yang dihasilkan tidak hanya selesai di dapur rekaman, tetapi juga sampai ke telinga pendengar di seluruh Indonesia melalui jaringan distribusi yang terkoordinasi.

"Seru ya, semakin hari udah ratusan yang mendaftar. Lagu-lagunya luar biasa. Nantinya akan ada seleksi pada 16 Juli, dan lagu-lagu terpilih akan digunakan dalam ajang Bintang Radio sampai final Music Preneur World 2025 bulan November," jelas Rio dalam wawancara Sore Ceria PRO 2 RRI Jakarta bersama Fajar pada (11/07/2025), salah satu inisiator program dari Nada Bumi. Ia juga menambahkan bahwa peserta yang lolos akan mendapatkan bimbingan lanjutan, termasuk sesi workshop, pelatihan produksi musik, serta kesempatan untuk bertemu dengan pelaku industri dan mentor profesional.

Dr. Mohammad Amin, menyoroti bahwa Music Preneur adalah bentuk nyata dari penerapan rantai nilai ekonomi kreatif yang tidak linear. Ia menjelaskan bahwa kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi adalah siklus penting dalam membentuk ekosistem industri musik yang berkelanjutan. Menurutnya, distribusi adalah tahap yang paling sering terabaikan oleh musisi daerah. Karena itu, Music Preneur berupaya menjembatani kebutuhan ini agar potensi lokal bisa berkembang secara maksimal.

"Music Preneur dan Bintang Radio membentuk ekosistem yang sangat ideal, terlebih karena melibatkan banyak unsur pentahelix. Distribusi dan monetisasi menjadi tantangan utama musisi daerah, dan inilah yang coba dijawab oleh program ini," jelas Dr. Mohammad Amin dalam wawancara Sore Ceria PRO 2 RRI Jakarta bersama Fajar pada (11/07/2025). Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor kreatif dan lembaga keuangan untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Bahkan, ia menyarankan agar RRI bisa menjadi penghubung strategis dalam membawa musisi ke tahap pendanaan atau pinjaman berbasis royalti.

Menariknya, karya-karya terpilih dari Music Preneur akan dinyanyikan oleh finalis Bintang Radio dari seluruh Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para penyanyi karena mereka harus menginterpretasikan lagu-lagu original yang masih mentah dan belum pernah dibawakan sebelumnya. Berbeda dari menyanyikan lagu cover yang sudah dikenal publik, lagu-lagu ini memberikan ruang eksplorasi lebih bagi para finalis untuk menunjukkan ciri khas vokal mereka.

Dengan narasi kuat Bintang Radio yang sudah berjalan selama 75 tahun, kolaborasi bersama Music Preneur membuka lembaran baru bagi industri musik tanah air. Harapannya, semakin banyak musisi daerah yang terdorong untuk terus berkarya dan menemukan jalur distribusi yang tepat untuk musik mereka. Ke depan, Music Preneur diharapkan mampu menciptakan ekosistem musik yang tidak hanya bertahan di tingkat lokal, tapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional, membuktikan bahwa musik Indonesia memiliki kekuatan dari akar hingga dunia. (Nessa Andiniya Putri - Universitas Gunadarma).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....