Sobat Stranger: Komunitas Sahabat Konser

  • 18 Jun 2025 11:03 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Sobat Stranger sebuah komunitas yang menjadi penghubung teman-teman yang hendak menonton konser luar negeri dan konser lokal. tidak hanya menghubungkan orang-orang dengan minat musik luar negeri, tetapi juga membangun keakraban melalui berbagai aktivitas rutin.

Sobat Stranger kini diurus oleh Regent yang bergabung sejak 2023 saat acara buka bersama, Regent sangat aktif lalu pernah diangkat menjadi wakil ketua dan kini diangkat menjadi ketua. Kemudian Anggi, bergabung setelah diajak oleh temannya yang sudah duluan masuk pada 2023. Hanya dalam beberapa bulan, Anggi dipercaya menjadi sekretaris dan kini bertahan di posisi tersebut.

Total, kepengurusan Sobat Stranger terdiri dari delapan orang: ketua, wakil, humas & sekretaris, bendahara, divisi acara, tim media sosial, serta komisi disiplin—yang berfungsi sebagai pengawas sekaligus pengaduan demi menjaga rasa aman dan nyaman anggota.

“Nanti kalau misalkan lebih dari 10-15 orang mungkin kita bisa organisir untuk titik kumpulnya dan kita jadi perantaranyaa.” ujar Regent dalam wawancara Sore Ceria PRO 2 RRI Jakarta bersama Desi dan Fajar pada (16/06/2025).

Sobat Stranger sendiri mengelola komunikasi dan aktivitas lewat tiga grup percakapan yang berbeda. Grup pertama adalah ruang umum yang menjadi tempat berdiskusi soal segala hal di luar konser, grup kedua untuk kebutuhan konser lokal dan grup ketiga untuk kebutuhan konser luar negeri.

Jika seseorang ingin bergabung, cukup mengirimkan pesan langsung melalui akun Instagram @sobatstranger. Tim admin akan membantu memasukkan ke grup sesuai minat dan tujuan peserta.

Komunitas ini bukan hanya sekadar teman nonton konser. Di luar itu, mereka menjalin keakraban lewat berbagai aktivitas sosial dan olahraga. Ada agenda rutin seperti “markipi” — singkatan dari “mari kita ngopi” — sebelum konser, bertujuan mencairkan suasana agar anggota baru merasa nyaman.

Dilanjut dengan acara bulanan berupa mini soccer, futsal, badminton, hingga lari bareng. Untuk memberi kemudahan dan efisiensi, tersedia juga mekanisme ride share bagi anggota yang tinggal di daerah yang sama, menjaga agar biaya tetap ramah di kantong.

Saat menghadapi festival multihari, komunitas melibatkan Korlap – koordinator lapangan – yang masing-masing bertanggung jawab tiap hari. Korlap ini berperan memastikan anggota tidak kebingungan, mengatur posisi di area panggung, serta menegakkan rasa aman dan nyaman.

“Selain ngasih rada seneng kita juga ngasih rasa aman.” ujar Anggi dalam wawancara Sore Ceria PRO 2 RRI Jakarta bersama Desi dan Fajar pada (16/06/2025).

Meski tak menetapkan batasan umur, komunitas ini belum menemukan anggota di bawah usia 17 tahun. Mereka juga menyusun aturan tegas untuk mencegah praktik calo tiket. Grup WhatsApp hanya dikelola oleh admin, untuk menghindari harga melambung akibat calo. Selain lebih terjangkau, peserta pun mendapat jaminan keamanan saat membeli tiket.

Kiprah Sobat Stranger kini tidak hanya terbatas di Jabodetabek. Di Surabaya, komunitas ini sudah memiliki tiga orang koordinator lokal yang aktif menjalankan agenda serupa: olahraga bulanan, kunjungan ke pantai, hingga camping.

Koordinator tersebut terintegrasi dalam kepengurusan nasional, sehingga komunikasi tetap lancar dan terpadu. Ada rencana pembentukan cabang di daerah-daerah lain.

Visi Sobat Stranger berjalan dari tahun ke tahun: memperkuat rasa kekeluargaan antar anggota, menjaga keamanan melalui struktur internal yang terorganisir, serta memperluas jaringan ke berbagai daerah di Indonesia. Dari awalnya hanya sekadar teman menonton konser, Sobat Stranger telah berkembang menjadi komunitas yang kuat, hangat, dan siap menghadirkan rasa persahabatan sejati di balik layar konser musik internasional. (Keysha Cahya Kamila - Universitas Gunadarma)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....