Keroncong Wave: Musik Klasik, Tetap Asik

  • 12 Jun 2025 15:15 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Di tengah dominasi musik pop dan pengaruh budaya global, tiga mahasiswa Universitas Bakrie—Raditya Audhiansyach (Radit), Indyra, dan Lulu—memilih langkah berbeda. Mereka membentuk Keroncong Wave, sebuah komunitas musik yang bertujuan menghidupkan kembali musik keroncong dengan sentuhan modern yang relevan bagi generasi muda.

Komunitas ini bermula dari tugas mata kuliah Produksi Konten Multimedia, yang mendorong mahasiswa untuk membuat karya yang membangkitkan kesadaran budaya Indonesia. Dari situ, Radit, Indira, dan Lulu memilih musik keroncong dan mencoba mengemasnya dengan cara yang lebih modern dan menarik untuk anak muda.

“Jadinya kita ini membangun tentang awareness tentang kroncong ini untuk targetnya adalah gen Z ataupun milenial yang memang tidak terlalu mungkin nggak terlalu familiar gitu ya untuk kenal sama kroncong.” Ujar Radit dalam wawancara bersama Fajar dan Desi di Sore Ceria pada 3 Juni 2025.

Pemilihan musik keroncong bermula saat mereka mencari referensi musik tradisional Indonesia. Dalam proses itu, mereka menemukan beberapa video di TikTok dan Reels dengan irama yang terdengar unik dan asik. Setelah ditelusuri, mereka baru menyadari bahwa musik tersebut adalah keroncong. Rasa penasaran pun tumbuh, dan dari yang awalnya tidak tahu, jadi ingin tahu dan mendalami.

Proyek ini telah berjalan sejak Maret 2025. Melihat respons positif dan meningkatnya audiens di media sosial, mereka berencana untuk terus melanjutkannya. Selama proses, mereka juga rutin berdiskusi dengan dosen yang memberi banyak masukan, mulai dari cara mengangkat tema keroncong hingga strategi menjangkau audiens muda.

Saat ini, fokus utama Keroncong Wave adalah membangun awareness. Mereka rutin membuat konten di Instagram dengan pendekatan visual dan gaya yang relevan bagi Gen Z, agar keroncong bisa lebih mudah dikenali dan diterima.

Namun, tantangan tetap ada. Membawakan lagu keroncong ternyata tidak semudah yang dibayangkan, apalagi saat ingin menggabungkannya dengan genre modern seperti RnB.

“Benar, karena kan keroncong tuh kalau didengar kayak kurang lebih kayak jazz ya, karena adem banget kan dan ternyata tuh agak tricky juga sebenernya kalau kita paduin sama genre RnB, misalnya itu nggak semuanya cocok, tapi ada juga yang cocok,” ujar Lulu dalam wawancara bersama Fajar dan Desi di Sore Ceria pada 3 Juni 2025.

Tantangan lain adalah bagaimana menarik minat audiens muda terhadap genre ini.

“Kesulitannya tuh menurut saya tuh kan kita kan menarik audiensnya itu sangat susah gitu, jadi aku tuh bikin pendekatan dengan cara masukin lagu-lagu keroncong di playlist metal aku.” Ujar Indyra ujar dalam wawancara bersama Fajar dan Desi di Sore Ceria pada 3 Juni 2025.

Kedepannya, Radit dan tim ingin mengembangkan Keroncong Wave lebih luas. Mereka berharap bisa berkolaborasi dengan komunitas atau media lain yang bergerak di musik keroncong, serta melakukan wawancara dan kerja sama dengan para penyanyi keroncong untuk memperluas dampaknya. (Shavira Husna - Universitas Gunadarma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....