Pepadi Wadah Pelestarian Seni Wayang di Indonesia
- 26 Sep 2024 04:19 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) yang didirikan pada 14 April 1971 oleh Jenderal Soerono, Pangkowilhan Jawa dan Madura, lahir dengan tujuan untuk mewadahi organisasi pedalangan dari tingkat daerah hingga ke tingkat nasional.
Pada awalnya, Pepadi fokus pada pelestarian wayang kulit, namun seiring waktu, organisasi ini berkembang mencakup berbagai unsur wayang dan komponen pendukung dari seluruh Indonesia.
Saat ini, Pepadi memiliki 22 komisariat di setiap provinsi dan lebih dari 160 komisariat di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
Sekjen Pepadi Pusat, Radiyo Tagil, S.Sn., menegaskan bahwa Pepadi merupakan organisasi profesi yang independen dan tidak terafiliasi dengan partai politik manapun.
"Pepadi adalah public relation pemerintah dalam artian seluas-luasnya. Wayang bisa digunakan untuk media apapun, terutama bagi mereka yang menyukai ketentraman, meluruskan orang-orang yang suka pada jalan yang benar," ujar Radiyo dalam wawancara di Pro 4 Jakarta pada 23 September.
Pepadi memiliki visi dan misi untuk melestarikan, mengembangkan, dan mengagungkan seni pedalangan dalam arti yang seluas-luasnya.
Anggota Pepadi tidak hanya terdiri dari dalang, tetapi juga pengrawit, pesindhen, pengrajin, serta mereka yang peduli terhadap pelestarian wayang.
"Saat ini, jumlah anggota yang tergabung dalam Pepadi sudah mencapai sekitar 47.000 orang di seluruh Indonesia," tambah Radiyo.
Pepadi juga aktif mengadakan berbagai kegiatan internal seperti diklat, pelatihan, festival, pagelaran, dan sosialisasi program melalui media wayang. Radiyo berharap agar ke depannya pemerintah lebih memperhatikan dan mendukung Pepadi, sehingga seni pedalangan di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....