Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok Terhadap Pedagang Kecil

  • 16 Okt 2024 17:47 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Kenaikan harga beberapa bahan kebutuhan pokok di sejumlah daerah, tak terkecuali di Jakarta cukup dikeluhkan oleh berbagai pihak. Terutama oleh mereka yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kecil.

Berbagai komoditas penting seperti minyak goreng dan beras, kini mengalami lonjakan harga yang tak terhindarkan. Seperti yang terpantau di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur.

Meningkatnya harga bahan kebutuhan pokok bukan hanya berdampak pada konsumsi rumah tangga. Tapi, juga menyebabkan merosotnya pendapatan pedagang yang bergantung pada daya beli masyarakat.

Eva, seorang pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Perumnas Klender mengungkapkan kekhawatirannya terhadap lonjakan harga bahan pokok yang semakin tak terkendali. Menurutnya, situasi ini telah menurunkan daya beli masyarakat secara signifikan, terutama untuk barang-barang seperti minyak goreng, beras premium, hingga santan.

Kenaikan harga bahan pokok kata dia, membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja, bahkan cenderung menahan diri untuk tidak membeli. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada penjualannya yang terus menurun.

"Disini yang naik minyak, kita dari sales aja harganya sudah Rp 35 ribu. Kemarin ada ibu-ibu datang komplain katanya lebih murah di minimarket, ya kita kan bingung mau menanggapi apa, dari sananya sudah segitu," kata Eva, Rabu (16/10/2024).

"Kalau untuk beras yang naik hanya yang premium kalau yang medium masih normal. Sampai santan kemasan saja sekarang naik juga," ucapnya menambahkan.

Situasi ini diperparah dengan kondisi pasar yang lesu, terutama di akhir pekan, di mana biasanya pedagang bisa mengharapkan lonjakan pembeli. Namun, sekarang di hari libur maupun hari biasa tetap sepi pembeli.

"Biasanya Jumat, Sabtu, Minggu ramai, apa lagi kalau orang libur kerja kan. Tapi sekarang sama aja, banyak perubahan dari pembeli, benar-benar merosot pendapatannya," kata Eva.

Eva juga menyoroti bahwa pedagang kecil semakin terjepit karena harga barang yang terus naik, sementara jumlah pembeli semakin berkurang. Kebijakan beberapa toko seperti minimarket yang juga menghadapi kenaikan harga dari pemasok, namun masih mampu menekan harga jual harus lebih diperhatikan karena itu bisa berdampak ke pedagang kecil.

Ia juga merasa bingung harus bersaing dengan toko-toko besar yang sudah mempunyai nama, namun mampu menjual barang lebih murah meskipun harga beli mereka sudah tinggi. Selain itu, kondisi ekonomi yang semakin sulit ini berpotensi menimbulkan masalah sosial lainnya, seperti meningkatnya angka pencurian.

"Takutnya kalau begini terus, pencurian bisa semakin marak karena jumlah pengangguran semakin tinggi, lapangan kerja pun semakin kecil, sedangkan kita yang para pedagang aja pendapatannya kecil bagaimana bagi mereka yang tidak bekerja. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan cuma karena masalah perut," ucapnya dengan nada khawatir.

Eva berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib rakyat kecil, terutama menjelang Pilkada sekarang ini. Di tengah krisis ekonomi global, ia juga berharap ada kebijakan yang lebih peduli terhadap pedagang kecil dan masyarakat bawah, agar beban mereka tidak semakin berat.

(Intan Rizky R/ Mahasiswa Magang).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....