Film The Indigenous, Dokumenter Masyarakat Adat di Indonesia

  • 06 Okt 2025 16:20 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: The Indigenous, film dokumenter karya sutradara Muhamad Sridipo dan Rizky Pratama mengangkat tema tentang perjuangan dan kehidupan masyarakat adat Indonesia di tengah modernisasi yang mengancam ruang hidup mereka. Dokumenter ini menyoroti komunitas adat yang berjuang mempertahankan tanah, budaya, dan identitas mereka dari tekanan eksternal seperti perusahaan tambang, dan perambahan hutan, dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada mereka.

Film yang rilis tahun 2023 dan berdurasi 53 menit ini menceritakan perjalanan seorang peneliti masyarakat adat dan agama leluhur sekaligus seorang akademisi bernama Samsul Maarif. Ia ingin membuktikan tentang stigma masyarakat adat sebagai sebuah kegagalan dalam memahami nilai-nilai masyarakat adat itu sendiri.

Dalam upaya melakukan pembuktian, Samsul mengeksplorasi dua komunitas masyarakat adat. Ia pergi ke daerah Dayeuhluhur di Cilacap, Jawa Tengah, dan Dayak Iban di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Pengalaman menonton visual dokumenter ini sungguh mengesankan. Jika dianalisis dari penggunaan Teori Semiotika, penggunaan shot yang luas (wide shot) dan drone shot dalam sisi sinematografinya mampu menangkap keindahan alam sekaligus memperlihatkan kerusakan alam akibat ulah manusia.

Tanda visual ini tidak hanya memperlihatkan keindahan alam, tetapi juga berfungsi sebagai simbol dari hubungan erat antara masyarakat adat dengan lingkungannya. Secara semiotik juga berarti menentang stigma terbelakang, yang artinya menunjukkan bahwa mereka merupakan penjaga ekosistem yang terampil dan visioner.

Pengambilan gambar yang jeli, terutama dalam menangkap lanskap dan ekspresi emosi tokoh membantu penonton merasakan urgensi dan kedalaman dari isu yang diangkat. Dibantu dengan warna alami dan penggunaan cahaya yang minimalis, visual film memberikan nuansa autentik yang memperkuat tema.

Sutradara secara efektif menggunkan alur maju-mundur untuk membangun narasi, memberikan konteks sejarah, dan situasi kontemporer. Dengan kata lain, dokumenter ini berhasil menyampaikan pesan-pesan penting melalui kombinasi visual yang memukau, narasi yang kuat, dan emosi yang nyata.

Secara emosional, The Indigenous adalah film dokumenter yang sangat menggugah. Bila kita tonton, film ini menyentuh hati untuk bisa merasakan penderitaan, harapan, dan kebanggaan dari komunitas-komunitas adat yang diperlihatkan.

Film ini berhasil menyampaikan pesan-pesan penting melalui kombinasi visual yang memukau, narasi yang kuat, dan emosi yang nyata. Bagi penonton yang peduli pada isu-isu lingkungan dan hak asasi manusia, film ini akan menjadi pengingat kuat akan pentingnya mempertahankan keanekaragaman budaya dan alam kita.

Film yang ditayangkan dikanal YouTube Watchdoc Documentary ini sukses meraih 71.000 penonton pada saat penayangan perdananya. Film ini dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan eksistensi masyarakat adat ditengah arus modernisasi yang mengancam.

Saat artikel ini ditulis, Senin (6/10/2025) film dokumenter ini telah ditonton sebanyak 130.036 kali, dilihat dari kanal YouTubenya. Watchdoc Documentary Maker atau kerap dikenal Watchdoc sebagai rumah produksi audiovisual, sukses menyampaikan pesan penting menjaga lingkungan alam dan masyarakat adat yang dikemas menjadi sebuah film dokumenter. (Rahmalia Ramdlini - Mahasiswi IPB University).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....