Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Muda, Klub Liga 2 dan Liga 3 Melirik
- 22 Agt 2026 17:15 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Soekarno Cup 2026 berperan sebagai ruang alternatif bagi talenta muda sepak bola Indonesia untuk mendapatkan panggung dan eksposur.
- Sejumlah pemain dari turnamen ini telah menarik perhatian klub-klub yang berlaga di Liga 2 dan Liga 3 Indonesia.
- Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa kompetisi terbuka dengan jangkauan luas dapat mempertemukan talenta dengan pelatih, pencari bakat, dan klub yang membutuhkan pemain muda potensial.
RRI.CO.ID, Jakarta - Turnamen pembinaan sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026, mulai menunjukkan perannya sebagai salah satu ruang alternatif, bagi talenta-talenta muda sepak bola Indonesia, untuk mendapatkan panggung. Sejumlah pemain yang tampil dalam turnamen yang diinisiasi Prananda Prabowo, mulai mendapatkan perhatian dari klub-klub yang berlaga di Liga 2 dan Liga 3.
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan, kompetisi yang terbuka dan memiliki jangkauan luas, dapat menjadi wadah untuk mempertemukan talenta-talenta itu dengan pelatih dan pencari bakat. Serta klub yang membutuhkan pemain muda potensial.
”Soekarno Cup diharapkan menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain. Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan kesempatan tampil, dan kemudian dipantau klub profesional, kompetisi ini dapat memiliki dampak jangka panjang, terhadap regenerasi sepak bola Indonesia,” ujar Komarudin, Sabtu, 22 Agustus 2029.
Juru Bicara Soekarno Cup, sekaligus legenda Timnas Indonesia, Anang Ma'ruf, mengatakan, diliriknya sejumlah talenta muda Soekarno Cup oleh klub professional, menjadi sinyal positif kompetisi yang melibatkan pemain-pemain muda dari berbagai daerah. Yakni mampu membuka jalur baru menuju sepak bola profesional.
”Sejumlah pelatih dari klub Liga 3 dan Liga 2 ternyata ikut memantau jalannya Soekarno Cup. Ada yang lewat live streaming di Youtube, ada pula yang datang langsung ke stadion. Mereka tertarik ke beberapa pemain, dan telah meminta data pemain tersebut,” kata Anang.

Menurut Anang, munculnya ketertarikan klub terhadap sejumlah pemain Soekarno Cup, merupakan bukti kualitas pemain muda tidak hanya berada di pusat-pusat pembinaan sepak bola, atau akademi yang sudah mapan. Banyak talenta potensial justru tumbuh dari lingkungan sepak bola akar rumput, di berbagai pelosok daerah.
"Ini tentu menjadi progres yang sangat positif. Artinya, mereka yang bermain di Soekarno Cup punya kualitas, dan potensi untuk melangkah ke level yang lebih tinggi," kata Anang Ma'ruf.
Ia menilai keberadaan turnamen seperti Soekarno Cup, penting untuk memperluas pintu masuk pemain muda, ke dalam ekosistem sepak bola profesional. Sebab, tidak semua pemain memiliki kesempatan mengikuti jalur pembinaan formal, baik melalui akademi klub, maupun kompetisi yang berada dalam sistem federasi.
"Talenta itu ada di mana-mana. Dari kampung-kampung, dari daerah yang mungkin selama ini belum banyak terpantau. Persoalannya adalah bagaimana mereka mendapatkan kesempatan, untuk menunjukkan kemampuan," kata mantan bek kanan tangguh Timnas Indonesia itu.
Anang menambahkan, indikator keberhasilan turnamen tidak semata-mata diukur dari hasil pertandingan. Lebih penting lagi, lanjut dia, adalah seberapa banyak pemain yang mendapatkan jalan, untuk melanjutkan karier setelah kompetisi berakhir.
"Kalau setelah turnamen ada pemain yang kemudian masuk klub, mendapatkan kontrak, atau mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi, itu bagi kami adalah keberhasilan. Karena tujuan akhirnya adalah membuka jalan bagi anak-anak muda ini," katanya.

Fenomena itu sekaligus memperlihatkan besarnya potensi sepak bola akar rumput Indonesia. Dengan jumlah daerah dan komunitas sepak bola yang sangat luas, masih terdapat banyak pemain muda, yang belum tersentuh sistem pencarian bakat secara optimal.
”Kehadiran Soekarno Cup menjadi salah satu upaya untuk mengisi ruang tersebut. Turnamen ini memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai latar belakang, untuk tampil dalam kompetisi yang lebih terstruktur. Sekaligus memperbesar peluang mereka dilihat oleh pihak-pihak, yang berkepentingan dengan pengembangan pemain,” ucap Anang.
Soekarno Cup 2026 diikuti oleh 16 provinsi, dengan total 400 talenta muda terlibat di dalamnya. Turnamen itu telah digelar rutin, sejak 2023 di Jakarta, berlanjut pada 2025 di Bali, dan 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan (Jawa Timur).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....