KONI DKI Pastikan Pembinaan Sepak Bola Tetap Berjalan
- 22 Agt 2026 08:43 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- KONI DKI Jakarta memastikan pembinaan sepak bola ibu kota tetap berjalan meskipun belum masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah tahun ini.
- Sejumlah langkah telah disiapkan oleh KONI DKI Jakarta untuk menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional berikutnya.
- Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI DKI Jakarta menekankan bahwa pembinaan prestasi sepak bola tidak dapat dilihat hanya dari satu aspek, termasuk persoalan status kepemimpinan organisasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - KONI DKI Jakarta memastikan, pembinaan sepak bola ibu kota tetap berjalan, meski cabang olahraga itu, belum masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) tahun ini. Sejumlah langkah juga telah disiapkan, untuk menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DKI Jakarta, Andri Paranoan mengatakan, pembinaan prestasi sepak bola tidak dapat dilihat hanya dari satu aspek. Termasuk persoalan status kepemimpinan organisasi.
Menurutnya, terdapat sejumlah variabel yang menentukan prestasi olahraga. Mulai dari latihan, dukungan, kebijakan, hingga penerapan sport science, nutrisi, dan sport medicine.
Ia mengatakan, pembinaan sepak bola di Jakarta tetap berjalan, meskipun Asprov PSSI DKI Jakarta masih berstatus pelaksana tugas (Plt). Pada persiapan PON 2024, KONI DKI bahkan membentuk tim pendampingan Pelatda, untuk cabang olahraga sepak bola dan futsal.
“Jadi, terkait dengan pembinaan prestasi sepak bola di Jakarta, memang ini variabelnya banyak. Jadi bukan hanya satu sisi saja, tapi banyak sisi yang harus dilihat. Pelatda-nya tetap jalan, pelatihannya tetap jalan, dukungannya tetap jalan,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, capaian sepak bola Jakarta pada PON 2024, juga tidak hanya dapat dilihat dari hasil tim putra. Sepak bola putri berhasil meraih medali perak pada PON 2024, demikian pula dengan futsal, yang berada dalam pembinaan PSSI meraih medali perak.
“Memang orang melihat bicara PSSI ya sepak bola putra saja. Nah, memang waktu kemarin itu sepak bola putra persiapannya dibilang tidak lama, tidak cukup berlatih, dan tryout-nya juga kurang,” katanya.
Andri menjelaskan, untuk menghadapi PON berikutnya, perhatian juga diarahkan pada tahapan babak kualifikasi. Menurutnya, lolos dari babak kualifikasi menjadi syarat utama, sebelum berbicara mengenai target di PON.
“Tahun ini strateginya kita juga kalau bisa babak kualifikasi kita ambil tuan rumah lagi. Sebelum main ke PON kan harus main babak kualifikasi dulu. Kita enggak bakal bisa bicara di PON, kalau babak kualifikasinya enggak lolos,” katanya.
Terkait belum masuknya sepak bola dalam program Pelatda DKI Jakarta tahun ini, Andri menjelaskan kondisi itu berkaitan dengan kebijakan prioritas program, dan kemampuan anggaran KONI DKI. Ia menyebut, KONI DKI saat ini menerapkan pendekatan yang lebih berorientasi pada anggaran, dalam menentukan cabang olahraga dan atlet yang masuk program Pelatda.
Kondisi itu membuat tidak seluruh cabang olahraga, dapat langsung masuk dalam program Pelatda. “Tapi kenyataan yang terjadi saat ini bukan hanya di Jakarta, hampir di semua provinsi, bahkan di pemerintahan pusat, pengelolaan olahraga itu adalah budget oriented,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....