Bidik POPNas, Kejurnas Bola Tangan Junior Jadi Ajang Penguatan Regenerasi Atlet

  • 03 Agt 2026 17:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan Junior 2026 yang berlangsung di GOR Futsal Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 3–8 Agustus, diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat pembinaan atlet usia muda sekaligus membuka peluang cabang olahraga bola tangan masuk dalam agenda Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas).

Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) periode 2026–2030, Zulfydar Zaidar Mochtar, saat membuka Kejurnas, dikutip, Senin (3/8/2026).

Menurut Zulfydar, meningkatnya jumlah provinsi yang mengirimkan atlet pada Kejurnas Junior menjadi modal penting untuk mendorong bola tangan dipertandingkan di POPNas.

“Semakin banyak daerah yang mengirimkan tim pada Kejurnas Junior menjadi catatan penting agar cabang bola tangan nantinya dapat dipertandingkan di POPNas,” ujar Zulfydar.

Sebanyak delapan provinsi ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, dan Bali. Beberapa daerah menurunkan tim untuk nomor bola tangan indoor maupun bola tangan pantai (beach handball).

Zulfydar menilai kehadiran bola tangan di POPNas akan memberikan kepastian jenjang prestasi bagi atlet pelajar sekaligus mendorong lebih banyak daerah mengembangkan pembinaan sejak usia dini.

Ia menjelaskan pembinaan bola tangan di Indonesia kini telah mulai terintegrasi melalui sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Setelah itu, atlet memiliki kesempatan melanjutkan pembinaan melalui Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) sebelum bersaing di level nasional maupun internasional.

“Kejurnas Bola Tangan Junior merupakan bagian dari rangkaian pembinaan atlet usia muda. Kehadiran delapan daerah pada nomor indoor maupun beach memberikan optimisme bagi perkembangan bola tangan Indonesia ke depan,” katanya.

Selain mengapresiasi antusiasme peserta, Zulfydar juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pemangku kepentingan yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan, mulai dari pemerintah daerah, KONI, Unesa, jajaran PB ABTI, hingga panitia pelaksana.

Menurutnya, Kejurnas di Surabaya dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus tempat lahirnya atlet-atlet potensial yang akan memperkuat prestasi bola tangan Indonesia pada masa mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Zulfydar juga melantik kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI Jawa Timur periode 2026–2030 yang dipimpin Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro.

Gigih menyatakan kepengurusan baru akan mengedepankan tata kelola organisasi yang profesional dengan memadukan peran akademisi dan praktisi olahraga dalam proses pembinaan atlet.

“Kepercayaan ini merupakan amanah besar. Kami memadukan kekuatan akademisi di perguruan tinggi dengan para praktisi bola tangan di Jawa Timur agar pembinaan atlet berjalan berdasarkan ilmu pengetahuan, sport science, dan sistem yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan proses seleksi atlet akan dilakukan secara terbuka dan objektif tanpa membedakan asal daerah, sehingga atlet terbaik dapat terjaring melalui kompetisi yang sehat.

Sebagai program prioritas, Pengprov ABTI Jawa Timur akan memperluas pembinaan usia dini melalui sekolah-sekolah, memperkuat kompetisi antarkabupaten dan kota, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan sertifikasi pelatih maupun wasit.

“Kami juga berkomitmen memperluas pembinaan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA agar regenerasi atlet berlangsung secara berkesinambungan,” kata Gigih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....