MilkLife Soccer Challenge 2025 Jakarta Jaring 1.359 Peserta
- 04 Mei 2025 17:31 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Sebanyak 1.359 peserta dari berbagai sekolah dasar di Jabodetabek ambil bagian dalam ajang MilkLife Soccer Challenge 2025 yang digelar di Jakarta, mulai Rabu (30/4) hingga Minggu (4/5). Turnamen khusus sepak bola putri usia dini ini berlangsung di dua lokasi, yakni Kingkong Soccer Arena dan Stadion Atang Sutresna Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.
Jakarta menjadi kota kelima penyelenggaraan rangkaian MilkLife Soccer Challenge tahun ini, setelah sebelumnya sukses digelar di Kudus, Semarang, Surabaya, dan Tangerang. Ajang ini merupakan inisiatif dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang secara konsisten mengembangkan sepak bola putri usia dini di berbagai wilayah Indonesia.
“Antusiasme peserta di Jakarta luar biasa. Kami melihat semangat para siswi untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka dalam olahraga yang masih didominasi laki-laki ini,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam pernyataan resmi, Minggu (4/5).
Naik 18 Persen, Tanda Meningkatnya Minat Sepak Bola Putri
Di Jakarta, kompetisi terbagi dalam dua kelompok usia: KU 10 dan KU 12, dengan total 144 tim berpartisipasi — terdiri atas 32 tim KU 10 dan 112 tim KU 12. Jumlah peserta meningkat sekitar 18 persen dibanding tahun lalu, menandakan naiknya minat anak-anak perempuan terhadap sepak bola.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan platform awal bagi pembibitan atlet masa depan yang potensial. Tak sedikit alumni ajang ini yang sukses menembus level internasional.
Empat Siswi Jakarta Tembus JSSL Singapura
Seperti tahun lalu, empat siswi dari Jakarta yang lolos seleksi MilkLife Soccer Challenge berhasil masuk ke dalam tim nasional usia dini yang berlaga di ajang JSSL Singapore 7’s 2025, turnamen sepak bola usia muda paling prestisius di Asia Tenggara.
Empat talenta muda itu adalah:
Andien Haifa Syakira (SD Cinta Kasih Tsu Chi Jakarta)
Albianca Raula (SDN Kebagusan 03 Jakarta)
Clea Abelia (SDN Kalisari 01 Jakarta)
Andara Alisya (SDN Mekarjaya 12 Depok)
Mereka tergabung dalam tim HydroPlus Strikers (U-14) dan MilkLife Shakers (U-12). Meski berstatus debutan, tim mereka sukses menembus partai final dan membawa pulang gelar runner-up.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang terarah dan berkesinambungan di usia dini mampu melahirkan pemain berkualitas yang siap bersaing di panggung internasional.
Gelaran Lintas Kota, Puncak di Kudus 2026
Tahun ini, MilkLife Soccer Challenge dijadwalkan berlangsung di 10 kota, yakni Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Solo, Bandung, Yogyakarta, serta dua kota baru: Bekasi dan Malang.
Tim-tim terbaik dari masing-masing kota akan kembali berlaga dalam ajang puncak MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang akan digelar Juli 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Festival Seneng Soccer: Tanamkan Cinta Sepak Bola Sejak Usia Dini
Selain kompetisi utama, penyelenggara juga menghadirkan program edukatif bertajuk Festival Seneng Soccer untuk anak-anak usia 6–8 tahun. Melalui festival ini, anak-anak diajak bermain bola dalam suasana fun dan penuh tantangan.
Kegiatan ini dirancang untuk mengasah teknik dasar, kelincahan, serta ketahanan fisik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sepak bola. Tujuan jangka panjangnya adalah memperkuat mata rantai regenerasi pesepak bola putri Indonesia.
| Baca juga: Persija Lepas Tujuh Pemain Asingnya |
“Lewat pendekatan yang menyenangkan dan kompetitif, kami ingin anak-anak perempuan merasa percaya diri dan nyaman saat bermain sepak bola,” kata perwakilan panitia lokal.
Timo Scheunemann: “Kami Masih Menanam Padi
Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menekankan bahwa pembinaan saat ini adalah proses jangka panjang. Menurutnya, hasil nyata baru akan terlihat ketika para pemain tampil di kompetisi usia lanjut seperti Hydroplus Pertiwi Cup U-14 dan U-16.
“Jangan salah, di sini kita semua masih menanam padi. Kita baru akan memanen saat mereka tampil di Pertiwi Cup KU-14 dan KU-16 bersama SSB yang mereka bela,” ujar pelatih berdarah Jerman yang lahir di Kediri ini.
Timo juga menggarisbawahi pentingnya kerja keras dalam menjaring peserta dari sekolah-sekolah dasar agar lebih banyak anak perempuan usia 10 tahun mau bermain bola. “Sekarang tantangannya adalah mencari sekolah yang bersedia dan aktif mengembangkan potensi anak-anak perempuannya melalui sepak bola,” tegasnya.
Fondasi Regenerasi Sepak Bola Putri
MilkLife Soccer Challenge telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembinaan sepak bola putri nasional. Dengan jumlah peserta yang terus meningkat, cakupan yang meluas, serta prestasi nyata di level internasional, turnamen ini diharapkan melahirkan lebih banyak talenta unggul yang bisa memperkuat Timnas Putri Indonesia di masa depan.
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....