Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara Resmi Dikukuhkan

  • 03 Agt 2024 12:12 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Pengurus Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) resmi dikukuhkan, Sabtu (3/8/2024). Saat ini, APWNU berkantor di Jl. Benyamin Sueb Kav A6, RT.13/RW.6, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ketua Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara KH. Imam Subali mengatakan, pihaknya berdiri dengan tujuan memajukan sektor pertambangan di Indonesia melalui peningkatan kesadaran, edukasi, kerjasama dan promosi praktik berkelanjutan. Selain itu memperkenalkan asosisasi baru sebagai katalisator perubahan positif di industri pertambangan.

“Kami memastikan akan menambang sesuai aturan pemerintah, demi masa depan yang lebih cerah. Bersama Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara, menambang dengan legal, aman, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kesuksesan bersama untuk pertambangan legal yang lebih berkelanjutan akan lebih mudah dicapai,” kata Imam.

Lebih lanjut Imam menjelaskan, bahwa APWNU hadir untuk menjawab tantangan dan berkontribusi memberikan solusi pertambangan bagi masyarakat di Nusantara. APWNU didirikan untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya, dan membantu pembangunan sektor pertambangan Indonesia yang berkelanjutan.

“Berbagai kegiatan dan inisiatif mencakup advokasi kebijakan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kesadaran akan praktik-praktik terbaik dalam dunia pertambangan,” katanya.

Dikatakan Imam, APWNU hadir sebagai wadah organisasi yang berperan sebagai penghubung antar pemerintah, pemilik tambang, kontraktor tambang, investor, tambang pemilik tranformasi masyarakat sekitar tambang, membantu pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam sektor pertambangan.

APWNU memberikan solusi pengelolaan pertambangan yang baik dengan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan memastikan bahwa sumber daya alam tetap tersedia untuk generasi mendatang, dampak lingkungan, konflik sosial masyarakat lokal, kesehatan dan keselamatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan untuk bangsa dan negara.

Menurutnya, melalui pengelolaan yang tepat dan bertanggung jawab, industri pertambangan dapat menjadi pendorong utama kesejahteraan umat. Hal ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk mencapai keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Bendahara Umum Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara, H. Sendi Siswanto menyatakan bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan bergabung di Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara.

Diantaranya: kemudahan perijinan semua olahan tambang, mendapatkan cara bertambang yang baik sesuai fiqih dan sesuai peraturan pemerintah Indonesia, dan mendapatkan pembinaan oleh team profesional pengembangan bisnis tambang beserta turunannya yg saling bersinergi bersama sama antara pemerintah, pemilik tambang,kontraktor tambang, investor tambang, pemilik tranportasi tambang, trader tambang dan investor tambang.

“Bergabung dengan APWNU sama halnya dengan bergabung dalam pembinaan pertambangan legal untuk mengelola sumber daya alam dengan bijak dan mendapatkan manfaat yang maksimal,” kata Sendi.

Sementara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara Dr. Joko Suprianto menyebut bahwa kegiatan penambangan akan menjadi lebih mudah dan semangat ketika para investor dan kontraktor tambang bergabung dengan Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara.

“Di bawah permukaan bumi kita temukan semangat dan tekad yang tidak bisa dihancurkan. Oleh karenanya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk beralih dari pertambangan ilegal ke legal demi masa depan Indonesia yang lebih cerah,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....