Ahli Waris Terima Santunan Rp42 Juta dari BPjamsostek Mampang
- 24 Agt 2023 11:16 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Mampang menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) secara simbolis kepada keluarga almarhum Tri Bowo Cahyono. Almarhum merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dari sektor Bukan Penerima Upah (BPU) yang bekerja sebagai kader pekerja harian di Cilandak Marinir Driving Range.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang Muhammad Imam Saputra yang di wakili oleh Kepala Bidang Kepesertaan Yanuar Wiran Dono beserta Manager Cilandak Marinir Driving Range Mayor Triyono menyerahkan santunan secara simbolis kepada ibu Rini ahli waris almarhum Tri Bowo Cahyono.
Penyerahan santunan JKM sebesar Rp42 juta diserahkan secara simbolis kepada keluarga almarhum di Cilandak Marinir Driving Range, Jakarta Selatan.
Yanuar menjelaskan, besaran santunan JKM tersebut dengan rincian biaya pemakaman Rp10 juta, santunan berkala selama 24 bulan Rp12 juta, dan santunan kematian yang dibayarkan sekaligus Rp20 juta.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan ikhlas menerimanya. Bagaimanapun tidak ada yang dapat menggantikan almarhum dalam keluarga. Santunan yang di berikan oleh BPJS Ketenagakerjaan sedikitnya dapat membantu perekonomian keluarga yang di tinggalkan,” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/8/2024).
Yanuar menegaskan, santunan JKM merupakan hak atas peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan wujud negara hadir untuk membantu rakyatnya. Manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) berupa biaya penanganan kecelakaan kerja unlimited selama perawatan atau pengobatan di rumah sakit.
Kemudian, kata yanuar, santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali gaji, santunan berkala Rp12 juta, biaya pemakaman Rp10 juta dan bantuan beasiswa maksimal Rp 174 juta (2 orang anak) serta santunan meninggal dunia karena sakit sebesar Rp42 juta.
“kami harap dengan banyaknya contoh kasus kematian maupun kecelakaan kerja yang telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, semakin membuat masyarakat pekerja menyadari pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk mereka, sehingga para pekerja dapat bekerja dengan tenang, Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC)” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....