Danantara Ekspansi ke Timur Tengah, GMF Kelola Perawatan Pesawat di Muscat

  • 06 Okt 2026 19:09 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Danantara melalui perusahaan perawatan pesawat, GMF AeroAsia, memperluas bisnis perawatan pesawat ke kawasan Timur Tengah melalui kerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Oman atau Civil Aviation Authority (CAA).

Perusahaan yang berada di bawah Danantara tersebut menandatangani perjanjian konsesi selama 20 tahun untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat, Oman.

Penandatanganan dilakukan oleh Presiden CAA Oman, Naif bin Ali Al-Abri, bersama CEO GMF AeroAsia, Andy Fahrurrozi. Kesepakatan tersebut berlangsung di sela pembukaan Civil Aviation Investment Forum di Muscat, Oman, pekan ini.

Melalui kerja sama tersebut, GMF akan menyediakan layanan perawatan berat atau heavy maintenance serta inspeksi berkala bagi armada maskapai nasional, regional, hingga internasional.

Fasilitas tersebut ditargetkan menjadi pusat perawatan dan layanan penerbangan regional yang terintegrasi. Lokasi Oman dinilai strategis untuk mendukung pengembangan layanan perawatan pesawat yang menjangkau pasar kawasan Timur Tengah.

Otoritas Penerbangan Sipil Oman menyebut kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan bisnis, tetapi juga membuka peluang alih pengetahuan dan teknologi di bidang perawatan rangka pesawat atau airframe, mesin, dan avionik.

“Tak hanya soal bisnis, kerja sama ini juga membuka jalan alih pengetahuan dan teknologi canggih di bidang perawatan rangka pesawat (airframe), mesin, dan avionik,” demikian keterangan yang dikutip dari akun resmi Civil Aviation Authority Oman, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perusahaan milik negara meningkatkan daya saing hingga mampu masuk ke jajaran perusahaan global.

Dalam peluncuran Danantara di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025), Prabowo mengatakan BUMN Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengikut, tetapi mampu menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia.

“Kita ingin melihat lebih banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500, membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tetapi Indonesia juga dapat menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia,” kata Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....