Buka UKW PWI Angkatan 66, Arifin Tekankan Integritas Wartawan
- 06 Okt 2026 18:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 66 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti 21 peserta yang terdiri dari empat kelas muda dan satu kelas madya.
Arifin mengatakan, perkembangan teknologi membuat informasi dapat menyebar dalam hitungan detik sehingga wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menjaga akurasi dan integritas. “Untuk itu, harus memastikan akurasi, keseimbangan, serta integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik,” ujar Arifin.
Menurutnya, UKW bukan sekadar tahapan untuk memperoleh sertifikat, tetapi menjadi kesempatan mengukur pengetahuan, keterampilan, sikap, dan integritas wartawan. Ia juga mengingatkan peserta untuk tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, menjaga independensi, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Jadikan UKW sebagai momentum untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Jangan cepat puas dengan ilmu yang telah dimiliki. Dunia jurnalistik terus berkembang, maka pengetahuan dan keterampilan pun harus terus diperbarui,” tegasnya.
Arifin menambahkan, Pemkot Jakarta Pusat terbuka membangun kolaborasi dengan insan pers dalam menyampaikan informasi pemerintah, mengedukasi masyarakat, serta menerima kritik untuk memperbaiki pelayanan publik. “Saya berharap hubungan antara pemerintah dan media dapat dibangun dalam semangat saling menghormati independensi, terbuka terhadap kritik, serta sama-sama menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta Kesit Budi Handoyo mengatakan UKW Angkatan 66 berlangsung selama dua hari, yakni Senin, 5 Oktober hingga Selasa, 6 Oktober 2026. Ia menjelaskan, peserta mengikuti tiga jenjang kompetensi wartawan, yaitu muda, madya, dan utama.
“Ya mudah-mudahan buat teman-teman yang mengikuti uji kompetensi muda, bisa menjadi batu loncatan pertama untuk kemudian nanti tiga tahun berikutnya mengikuti uji kompetensi madya, kemudian dua tahun selanjutnya bisa mengikuti uji kompetensi utama,” tutur Kesit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....