Pemprov DKI Jakarta Targetkan Penataan Anak Kali Krukut Kebon Melati Dimulai 2027
- 28 Sep 2026 18:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penataan Anak Kali Krukut, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sepanjang 2,3 kilometer di kawasan dimulai pada awal 2027 dan rampung pada 2028. Penataan tersebut dipastikan tidak akan disertai penggusuran warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah meninjau langsung kondisi sungai dan menilai pengerukan sedimentasi saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan di kawasan tersebut.
“Penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang,” kata Pramono usai meninjau lokasi, Senin, 28 September 2026.
Pramono menyebut penataan kawasan akan mencakup pembangunan turap di kedua sisi sungai, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan di sepanjang bantaran sungai.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih melanjutkan pengerukan sedimentasi sepanjang 2.315 meter yang melintasi tiga kelurahan, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Pekerjaan dibagi ke dalam lima segmen sesuai karakteristik masing-masing lokasi.
Progres paling maju berada di Segmen 1C, dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya, dengan pengerukan mencapai 376 meter dari total 390 meter. Volume sedimentasi yang telah diangkat mencapai sekitar 2.494,2 meter kubik. Di Segmen 1B, dari Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder, pengerukan telah mencapai 91 meter dari total 345 meter dengan volume sekitar 236 meter kubik.
Pramono mengakui kepadatan permukiman menjadi tantangan utama karena membatasi mobilisasi alat berat sehingga sebagian pengangkutan material harus dilakukan secara manual. “Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual,” katanya.
Sementara itu, Segmen 1A sepanjang 270 meter belum memasuki tahap pengerukan karena masih menunggu penataan kawasan. Adapun turap pada segmen tersebut telah diperbaiki sepanjang 270 meter pada 2025.
Di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter, sedangkan Segmen 3 sepanjang 880 meter dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru masih dalam tahap perencanaan karena keterbatasan akses alat berat dan area pemuatan.
Selain menyiapkan penataan fisik, Pramono juga meminta masyarakat berperan menjaga keberlanjutan perbaikan dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. “Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” ujarnya.
Menurut Pramono, keberhasilan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai agar manfaat penanganan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....