KELANTING 1000, Inovasi Puskesmas Ciracas Cegah Stunting sejak Dini

  • 21 Sep 2026 06:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Puskesmas Kecamatan Ciracas mengembangkan KELANTING 1000 untuk membantu pemantauan risiko stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Inovasi tersebut menggabungkan edukasi, pemantauan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas, Sahiyatun Nawiyah mengatakan pemantauan dilakukan selama periode 1.000 hari pertama kehidupan. Sasaran antara lain ibu hamil dengan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK), serta balita dengan gizi kurang maupun weight faltering atau kenaikan berat badan yang tidak sesuai.

"Melalui inovasi ini, sasaran yang berisiko mengalami masalah gizi dapat dipantau secara lebih berkelanjutan. Pemantauan mencakup ibu hamil dengan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK), serta balita yang mengalami gizi kurang maupun weight faltering," ujar Sahiyatun dalam keterangan resmi yang diterima RRI Jakarta, Senin 21 September 2026.

KELANTING 1000 juga memanfaatkan platform digital untuk memberikan informasi kepada keluarga terkait pemantauan kesehatan dan gizi. Masyarakat dapat mengakses laman KELANTING 1000 melalui pemindaian kode QR.

Salah satu fitur yang tersedia adalah Ketumbar atau Kalkulator Status Gizi dan Kalori. Fitur tersebut digunakan untuk memberikan informasi mengenai status gizi dan kebutuhan kalori sebagai bagian dari edukasi kepada keluarga.

"Tidak berhenti pada edukasi, KELANTING 1000 juga menghadirkan Ketumbar sebagai salah satu fitur pendukung. Fitur ini membantu memberikan informasi mengenai status gizi dan kebutuhan kalori secara lebih praktis," kata Sahiyatun.

Bagi tenaga kesehatan, sistem tersebut membantu pemantauan sasaran secara lebih terstruktur, termasuk melalui pengingat jadwal kontrol. Sahiyatun menekankan pencegahan perlu dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan.

"Kita ingin pencegahan stunting dilakukan sedini mungkin, bukan menunggu sampai anak mengalami masalah pertumbuhan. Karena itu, keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan lintas sektor perlu bergerak bersama," ujar Sahiyatun.

Camat Ciracas Panangaran Ritonga mengatakan, KELANTING 1000 juga diarahkan untuk memperkuat peran kader dan keterlibatan keluarga dalam pemantauan. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, diperlukan agar risiko dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat.

"Hadirnya KELANTING 1000 diarahkan untuk semakin memperkuat digitalisasi pemantauan, peran kader, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," kata Ritonga dalam keterangan resmi yang sama.

Inovasi KELANTING 1000 sebelumnya meraih juara kedua dalam East Jakarta Health Innovation Day (EJHID) 2026. Puskesmas Kecamatan Ciracas menyatakan inovasi tersebut akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....