Polisi Hadir di 126 SMK Program Bapak Asuh

  • 21 Sep 2026 10:46 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Polisi Hadir di 126 SMK, Dampingi 57.278 Pelajar Bekasi
  • Polres Metro Bekasi Kota Perkuat Pendampingan Pelajar
  • Program Sahabat Pelajar Sasar 57.278 Siswa di Kota Bekasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 1.050 personel Polres Metro Bekasi Kota bersama jajaran Polsek serentak hadir di 126 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Bekasi, Senin 21 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjangkau 1.914 kelas dengan total 57.278 pelajar.

Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri melalui program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar.

Program tersebut dirancang untuk mendekatkan polisi dengan pelajar. Personel kepolisian ditempatkan sebagai mitra sekolah yang dapat membangun komunikasi, menumbuhkan kepercayaan, sekaligus menjadi penghubung ketika pelajar membutuhkan bantuan.

Sebelum berinteraksi dengan siswa, personel terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala sekolah, wali kelas, serta guru bimbingan dan konseling. Selanjutnya, komunikasi dilakukan bersama para pelajar dalam suasana terbuka dan akrab.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, pendekatan kepada pelajar dilakukan dengan membangun kehadiran polisi yang dekat dan dapat dipercaya.

"Arahan Kapolda kami tindak lanjuti dengan membangun kehadiran yang dekat dan dapat dipercaya. Setiap personel harus memandang para pelajar seperti anak sendiri, memahami karakter mereka, serta menjadi tempat yang aman untuk meminta bantuan," ujar Putu Kholis.

Menurutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban. Personel juga diajak memahami berbagai persoalan yang dihadapi pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam dialog bersama siswa, sejumlah materi dibahas, antara lain pembentukan karakter, membangun hubungan pertemanan yang sehat, kecakapan bermedia digital, keselamatan berlalu lintas, serta pemahaman mengenai konsekuensi dari pelanggaran hukum.

Pelajar juga didorong untuk berani mencari pertolongan apabila menghadapi persoalan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Putu Kholis menekankan, kemampuan mendengar menjadi bagian penting dalam proses pendampingan. Sebab, tidak semua anak mampu menyampaikan persoalan yang dihadapinya secara langsung.

"Pendampingan dimulai dari kesediaan untuk mendengar tanpa menghakimi. Anak tidak selalu menyampaikan persoalan secara langsung. Karena itu, personel perlu bersikap peka, sabar, dan mampu berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pelajar," katanya.

Ia menambahkan, setiap informasi yang disampaikan pelajar akan dikelola secara hati-hati dengan tetap menjaga kerahasiaan data siswa dan orang tua.

Apabila suatu persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga. Langkah tersebut dilakukan secara persuasif dan proporsional dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Polres Metro Bekasi Kota memastikan program pendampingan tersebut tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Komunikasi antara personel, sekolah, keluarga, dan pelajar akan terus dirawat secara konsisten.

"Program ini tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Hubungan yang telah dibangun harus dirawat melalui komunikasi yang konsisten. Kami ingin setiap pelajar tumbuh dengan karakter yang kuat, memiliki rasa percaya diri, dan memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk meraih cita-cita," pungkas Putu Kholis.

Melalui program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, kehadiran personel kepolisian di sekolah diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, tetapi juga membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka bagi pelajar untuk bertanya, bercerita, dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....