Pemkot Jakpus Perkuat Deteksi Dini TBC di Kwitang

  • 19 Sep 2026 19:48 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Jakarta Pusat melaksanakan program tracing TBC terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen pada 18 September 2026 untuk deteksi dini kasus Tuberkulosis.
  • Pemeriksaan dilakukan tidak hanya pada penderita TBC tetapi juga anggota keluarga dan warga berisiko untuk mencegah penularan sedini mungkin.
  • Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat menekankan bahwa tracing diperlukan untuk menemukan kasus TBC lebih awal dan mengontrol penyebaran penyakit di masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memperkuat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) melalui tracing terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen. Kegiatan tersebut digelar di Kampung Siaga TBC, RW 08, Jumat 18 September 2026.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat mengatakan tracing dilakukan untuk menemukan kasus TBC lebih awal. Pemeriksaan juga menyasar anggota keluarga yang memiliki risiko agar penularan dapat dicegah sedini mungkin.

“Selain pemeriksaan, warga yang menjadi sasaran juga mendapatkan edukasi serta terapi pencegahan TBC sesuai dengan hasil pemeriksaan dan arahan tenaga kesehatan. Obat pencegahan diberikan dengan pola konsumsi satu kali seminggu selama 3 bulan,” kata Nurhidayat.

Ia mengimbau masyarakat tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Menurutnya, keterbukaan warga menjadi bagian penting dalam mempercepat pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.

“Kesadaran masyarakat dan informasi dari warga sangat diperlukan untuk pencegahan dini. Pemerintah akan membantu dalam proses pengobatan dan kesembuhan sehingga penularan dapat dicegah,” ucapnya.

Sementara itu, warga RT 09/RW 08 Kwitang, Heri, mengapresiasi pelaksanaan skrining TBC sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis. Ia menilai deteksi dini penting dilakukan mengingat kondisi permukiman di Jakarta yang cukup padat.

“Saya sangat mendukung karena pengobatan secara dini penting. Apalagi rumah-rumah di Jakarta cukup berdekatan. Mudah-mudahan setelah mengikuti program ini saya dan warga lainnya selalu sehat,” ujar Heri.

Heri berharap program tracing dan pencegahan TBC dapat terus dilanjutkan melalui puskesmas di setiap kelurahan. “Ke depannya dilanjutkan program pemerintah melalui puskesmas ini di kelurahan masing-masing,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Puskesmas Kecamatan Senen, serta Yayasan PPTI sebagai penyuluh lapangan TBC.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....