Konser Perdana YE Dorong Potensi Music Tourism dan Ekonomi Kreatif Indonesia
- 16 Sep 2026 17:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Osenia yang masuk dalam tur YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West tahun ini. Event yang akan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Raw Vision Collective selaku penyelenggara menegaskan, konser music ini tidak hanya menjadi momentum bagi penggemar untuk menyaksikan salah satu ikon besar dalam musik global, tetapi juga membuka peluang bagi Jakarta dan Indonesia untuk menarik audiens internasional melalui wisata musik (music tourism).
Antusiasme terhadap konser ini juga tercermin dari data awal penjualan tiket. Dalam 24 jam pertama, sebanyak 52,8% pembelian tiket tercatat berasal dari penggemar di 73 negara, termasuk Indonesia. Di luar Indonesia, pembelian tiket antara lain berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Hong Kong, Jepang, dan Inggris.
Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, mengatakan, Jakarta menjadi satu-satunya kota di kawasan yang mampu menarik penonton dari tujuh pasar dalam satu malam, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Australia.
Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang menjadi bagian dari tur YE tahun ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap berada di peta global live entertainment. Antusiasme konser music ini tidak hanya datang dari penggemar di Indonesia, tetapi juga dari audiens mancanegara di berbagai negara.
“Musik dapat menjadi alasan bagi wisatawan untuk datang ke Jakarta dan mengeksplorasi berbagai destinasi, hingga melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran mereka turut menggerakkan berbagai sektor lokal sekaligus membuka kesempatan bagi talenta dan tenaga profesional Indonesia untuk terlibat dalam produksi berskala internasional,” ujar Karen, Selasa, 15 September 2026.
Karen menambahkan, dari sisi pengalaman, konser ini juga akan menghadirkan Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dari berbagai area. Festival maupun seated categories akan memiliki perspektif dan energi masing-masing. “Jadi, ini bukan hanya tentang menonton YE tampil di Jakarta, tetapi tentang merasakan sebuah pengalaman konser berskala global di GBK,” katanya.
Seiring dengan penyelenggaraan YE Live In Jakarta 2026, lebih dari sebelas ribu wisatawan mancanegara akan datang ke Indonesia dari berbagai negara. Kehadiran mereka membuka peluang untuk memperluas pengalaman perjalanan di luar konser. Dengan demikian, konser dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan Indonesia kepada audiens global sekaligus mendorong wisatawan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas selama berada di Indonesia.
Dari sisi ekosistem industri, sekitar 4.600 tenaga kerja diproyeksikan terlibat dalam berbagai fungsi penyelenggaraan konser ini, mulai dari produksi panggung, keamanan, F&B, logistik, ticketing, hingga pemasaran. Keterlibatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tenaga profesional dan talenta lokal untuk bekerja dalam produksi berskala internasional serta berkolaborasi dengan tim global.
Dewi Gontha dari Raw Vision Collective mengatakan bahwa YE Live In Jakarta 2026 disiapkan sebagai produksi stadion berskala internasional yang membutuhkan perencanaan detail, koordinasi kuat, serta standar teknis dan keselamatan yang tinggi. Setiap elemen produksi, mulai dari panggung, rigging, audio, lighting, visual, hingga alur kerja teknis di lapangan, disiapkan agar berjalan sebagai satu sistem yang aman, rapi, dan profesional.
“Konser ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan talenta dan tenaga profesional Indonesia dalam mendukung produksi global, sekaligus bekerja bersama tim internasional YE dengan standar teknis dan keselamatan internasional,” ucapnya.
Dewi menambahkan, keamanan dan kenyamanan penonton menjadi prioritas utama. Karena itu, persiapan konser mencakup pengaturan akses masuk dan keluar, pengelolaan kerumunan, kesiapan jalur medis, koordinasi dengan venue dan pihak keamanan, serta pengaturan mobilitas penonton menuju dan dari GBK. “Kami bersama para mitra berpengalaman ingin memastikan konser ini tidak hanya spektakuler dari sisi produksi, tetapi juga aman, tertib, lancar, dan membanggakan bagi Jakarta dan Indonesia,” ujar Dewi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendukung penduh konser yang menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Jakarta sebagai kota global dan tuan rumah acara internasional. Jakarta siap menyambut penggemar dari Indonesia maupun dari berbagai negara, didukung oleh infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang untuk penyelenggaraan event berskala besar.
Pemprov DKI Jakarta juga mendukung visibilitas konser ini melalui 200 titik media luar ruang di Jakarta, sekaligus mengajak para pengunjung untuk menikmati Jakarta di luar konser, termasuk berbagai museum dan destinasi budaya melalui aplikasi JAKI.
“Kehadiran konser ini membuka peluang bagi berbagai sektor ekonomi Jakarta, mulai dari hotel, restoran, transportasi, ritel, hingga industry kreatif. Ini menjadi bagian dari langkah Jakarta untuk terus memperkuat posisinya sebagai kota global yang siap menjadi panggung bagi dunia,” kata Gubernur.
Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memberikan dukungan dalam penyelenggaraan konser musik internasional. Konser music internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata. “Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ucapnya.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas,” ujar Widiyanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....